Jebakan Rubah [Cerpen]

Jebakan Rubah [Cerpen]

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, May 17, 2022
Di sebuah tempat di hutan konifer yang terletak di negeri utara yang terkenal dengan dinginnya udara, meskipun musim panas telah menjemur daratan tersebut selama tiga bulan, embusan angin selalu mengirimkan semilir menggigil ke sela-sela jari tangan dan kaki. Para manusia dan binatang berlomba-lomba untuk mempersiapkan hari-hari yang jauh lebih dingin dan membeku sebelum salju pertama resmi turun. Menumpuk persediaan makanan, persediaan kehangatan, dan tentunya persediaan persahabatan karena musim dingin selalu terasa putih, polos, dan penuh kehampaan. Akrab dengan boneka salju saja tidak cukup. Rubah malang hidup di antara neraka putih atau neraka alam.
All Rights Reserved
#70
fabel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] Doomsday's Rabbit Essence
  • The Slice Of Life (TAMAT)
  • Winter Glow
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • Pain of the Slayer
  • Petualangan Penyihir Jalanan : Benzaiten x Masked Man
  • Melepas

Huazhi adalah roh kelinci yang baru saja berkultivasi menjadi dewasa. Dia diretas menjadi novel pasca-apokaliptik di mana protagonis pria dilahirkan kembali, dan menjadi peran pendukung wanita dalam buku yang meninggal lebih awal. Sistem: [Cium, cepat, cepat! Selama Anda menghemat energi yang cukup, Anda dapat kembali dan terus berlatih dan menjadi peri kelinci! Cabang bunga yang bermimpi menjadi peri kelinci: (/≧▽≦)/Chongchongchong! Tetapi begitu dia memakai buku itu, cabang bunga yang tidak sempat berubah menjadi bentuk manusia diambil oleh Jinghuai, dan cabang bunga yang ingin berubah kembali menjadi bentuk manusia harus berada di samping Jinghuai setiap hari, sedang berlapis! dia! menginjak-injak! Hancurkan! Setelah kelahiran kembali, Jing Huai secara tidak sengaja mengambil kelinci kecil seperti marshmallow, dengan mata seperti rubi, telinga kelinci yang lembut dan halus, dan ekor bundar berbulu menghiasi di belakangnya. Pemandangannya dingin dan kejam terhadap semua orang, tapi dia dengan lembut menyisir rambutnya setiap hari, memberi makan wortelnya yang langka, dan memberinya mata air yang paling manis... Hingga suatu hari, Jing Huai meletakkan ranting bunga di kepala tempat tidur, menyentuh bulu kelincinya yang lembut, dan hampir tertidur. Tiba-tiba, bulu di telapak tangannya menghilang, dan dia berubah menjadi seorang gadis dengan telinga kelinci yang lembut. Jing Huai: "..." Jing Huai menggosok telinga kelincinya, wajahnya memerah karena ketidakpedulian, "Ubah kembali." Huazhi menarik kepalanya ke dalam selimut: "Tidak, tidak." Wortel benar-benar payah! - Deskripsi dari Novelupdates Pemberitahuan untuk pembaca: 1. Cerita ini langsung di coppy tanpa edit dari webnya, jadi mungkin ada banyak kesalahan kata dan kalimat yang tidak di mengerti para pembaca. 2. Jika ada bagian yang tidak diterjemahkan kalian bisa memberitahu saya agar saya bisa segera memperbaikinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines