AZZKALA: Ephemeral

AZZKALA: Ephemeral

  • WpView
    Reads 554
  • WpVote
    Votes 135
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 21, 2023
Kisah yg berlangsung untuk waktu yang sangat singkat, bagai hujan dikala senja Hangkala Abqyra, yang menyimpan traumanya dalam renung dipertemukan dengan sosok hebat yang mungkin mampu mengembalikan senyumnya di tiap rinai semesta "Nirwanaku, milikmu" bayang-bayangnya tersenyum manis menyibak sisa surai yg menutupi wajah cantik dengan rahsanya Sekejap, bayangannya menghilang. Dia mulai tersadar dimana tempat nya berada sekarang. Hangkala menaikkan arah netranya menatap payoda menyelimuti senja nya "Aku rindu" ___ Sc cover : pinterest @/gigiang Ranking: #1 in sekolahan #2 in cerita pendek #2 in romansa #2 in anak sekolah #3 in cerpen #5 in anak sma #13 in fiksi #14 in fiksiremaja
All Rights Reserved
#834
sekolahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hate Rain
  • Senja, Hujan, & Nata
  • Cold Boyfriend [Ending]
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Kutukan Cinta Pertama
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Serein
  • Mine [TAMAT]
  • GARUDA [END]

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky

More details
WpActionLinkContent Guidelines