vanta -sweet promises

vanta -sweet promises

  • WpView
    Reads 362
  • WpVote
    Votes 207
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 29, 2023
Ada yang lebih basi dari roti jamuran. "Janjinya" pasal cinta, rasa dan kata hati. Perjuangan kisah seseorang. Yang kaya belum tentu bahagia. Yang kaya belum bisa mendapatkan keinginannya. Yang kaya belum bisa bebas semaunya. Apa yang kalian pikirkan. Jatuh cinta tak seseru dugaannya. Sakit hati dengan seseorang menimbulkan efek yang mempengaruhi pikirannya. Sesayang apa kalian dengan keluarga. Pernah berpikir kalau mamah ayah udah gak ada. Ya, mereka sibuk mengurus pekerjaannya. Tak masalah, mereka bekerja untuk ketiga anak anaknya. Persahabatan adalah hal yang paling penting bagi kehidupannya. Tapi pernah gak sih kalian merasa sakit banget saat dikhianati temen bahkan sahabat sendiri. Realita itu membuatnya menjadi terpukul. Gue sebagai Neta, kalian bisa panggil itu. Mamah gue artis, ayah gue bos berbagai cabang perusahaan. Kisah gue, kalian bisa baca... [ H A P P Y R E A D I N G ]
All Rights Reserved
#15
neta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAPTA HARSA {TERBIT} ✓
  • UNREQUITED LOVE
  • ALRIN
  • Geng Bratadikara (TERBIT) ✓
  • GEVRONZ
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Lee Cute Jeno: Shorts 2
  • TOXIC!
  • Nata, De & Coco

SERI KEDUA KLANDESTIN UNIVERSE [Sudah terbit & part masih lengkap] "Bang, tahun depan kalian umur berapa?" celetuk Aji yang bergabung dengan Haikal dan juga Marka di ruang tengah. Di tangannya menyangga gelas berisi jus jambu yang ia dapatkan dari hasil memohon pada Reihan. "22 kayaknya," jawab Marka. Sementara Haikal yang berbaring di sampingnya langsung menyahuti. "Kenapa nanya-nanya?" "Nanya aja, lo tahun depan umur berapa?" "Gatau," jawab Haikal tanpa ada minat menoleh, ia malah sempat melirik Marka yang kebetulan ia pinjam pahanya sebagai bantal, tapi setelah itu ia kembali menatap layar ponselnya. "Kok nggak tau sih? Umur sendiri juga." "Ya, umur mah nggak ada yang tau, Ji," jawab Haikal. ✨✨✨ "Kita adalah tujuh yang menjadi satu. Sukacita dan air mata. Bahagia dan pilu. Kita bisa saling berbagi. Klandestin Gang adalah sahabat, keluarga, dan rumah terbaik yang pernah ada." - Sapta Harsa, 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines