Dear Mas Dosen

Dear Mas Dosen

  • WpView
    LECTURAS 624
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 14, 2025
"Abian, ibu boleh minta sesuatu?" Diujung mata wanita yang terbaring lemah itu sudah siap untuk menjatuhkan air matanya. "Iya, Bu?" "Gita sudah kehilangan ayahnya sejak kecil. Dia juga baru saja kehilangan seorang kakak laki-laki yang selalu melindunginya. Dan mungkin sebentar lagi dia akan kehilangan sosok ibu yang tidak bisa menjadi sosok yang mendengarkan keluh kesahnya seperti biasa." Wanita itu meraih tangan Abian dan menggenggamnya erat. "Boleh ibu minta kamu untuk menjaga Gita selamanya? Dengan menjadikan dia sosok istri yang bisa kamu lindungi kapan saja. Sehingga ibu bisa tenang meninggalkan putri ibu saat ibu sudah tiada." Tangisan yang Abian dengar sangat memilukan, bahkan genggaman itu semakin menguat. Abian kelu, ia bingung untuk menjawab apa. Bagaimana dengan kekasihnya? Bagaimana ia bisa menjelaskan semuanya pada Fanya? Bagaimana Abian bisa menerima Gita yang ia kenal sebagai partner magang dan tak lain adalah adik sahabatnya yang sudah meninggal sejak 2 jam lalu sebagai istrinya? Abian belum siap, ia sangat takut mengecewakan seseorang kedepannya. _______________________________________ JANGAN LUPA FOLLOW AKUN WATTPAD AKU
Todos los derechos reservados
#45
bimbang
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ijbar [Selesai]
  • Say You Love Me Too
  • Take A Break
  • LOVE REVOLUTION || JENRINA
  • Sold Out!!
  • PUISI UNTUK BUNDA
  • Awan Untuk Pelangi ( SELESAI )
  • Takdir (Bukan) Pilihan

Aza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupakan penerus utama pondok pesantren yang ia tinggali. Aza cukup tahu diri, ia sudah biasa menelan kecewa, egois jika ia tetap menerobos maju di saat dirinya selalu di pandang sebelah mata oleh warga pondok. Namun satu hal yang membuat Aza bimbang, sifat Altha, perilaku Altha, yang berubah drastis dari terakhir kali mereka bertemu. "Cuma kita berdua doang Gus yang di sini?" "Emang kenapa?" "Padahal dulu Gus sering ngingetin Aza kalo kita bukan muhrim, apalagi berduaan kaya gini." "Itukan dulu, sekarang nggak lagi. Saya kaya gini juga ke kamu doang kok." "Sikap Gus yang kaya gini bikin Aza bingung tau." "Simpan aja rasa penasaran kamu sampai saya bisa menjawabnya." ***** Sebenarnya ada hubungan apa di antara mereka berdua? Akankah Aza tetap maju, atau malah mundur menjauh dan tetap berdiri di maqomnya? __________________________________ IG penulis : elkyeee001 Cover by : Cistyart __________________________________

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido