Dear Mas Dosen

Dear Mas Dosen

  • WpView
    Reads 628
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 14, 2025
"Abian, ibu boleh minta sesuatu?" Diujung mata wanita yang terbaring lemah itu sudah siap untuk menjatuhkan air matanya. "Iya, Bu?" "Gita sudah kehilangan ayahnya sejak kecil. Dia juga baru saja kehilangan seorang kakak laki-laki yang selalu melindunginya. Dan mungkin sebentar lagi dia akan kehilangan sosok ibu yang tidak bisa menjadi sosok yang mendengarkan keluh kesahnya seperti biasa." Wanita itu meraih tangan Abian dan menggenggamnya erat. "Boleh ibu minta kamu untuk menjaga Gita selamanya? Dengan menjadikan dia sosok istri yang bisa kamu lindungi kapan saja. Sehingga ibu bisa tenang meninggalkan putri ibu saat ibu sudah tiada." Tangisan yang Abian dengar sangat memilukan, bahkan genggaman itu semakin menguat. Abian kelu, ia bingung untuk menjawab apa. Bagaimana dengan kekasihnya? Bagaimana ia bisa menjelaskan semuanya pada Fanya? Bagaimana Abian bisa menerima Gita yang ia kenal sebagai partner magang dan tak lain adalah adik sahabatnya yang sudah meninggal sejak 2 jam lalu sebagai istrinya? Abian belum siap, ia sangat takut mengecewakan seseorang kedepannya. _______________________________________ JANGAN LUPA FOLLOW AKUN WATTPAD AKU
All Rights Reserved
#107
gita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KOTA BANDUNG & GITA
  • Samudra Kata
  • Anesthetized [Terbit]
  • Abyanca || Abyan & Bianca
  • Take A Break
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • Satu Hati yang Kuberi Cinta
  • Assalamualaikum Cinta
  • Ijbar [Selesai]

-Seperti halnya matahari dan bulan, semakin lama akan semakin terbenam dengan cahaya yang penuh kelam- -Gita. "Gue sayang lo den" nada bicara Gita terdengar sangat bergetar, menahan tangis yang semakin membuat dadanya sesak tak karuan "Gue, gue juga sayang lo" ucap Raden "Tapi lo ngga cinta gue den..." Gita tersenyum miris "Gue cinta Anaya, tapi gue sayang lo." ---------- "Lo mau hidup mau mati juga tetep di cap layaknya seorang sampah git" ucap Kalisa "Gue tau kok ca" ---------- "GUE CAPE GUE CAPE!! KENAPA DUNIA GA BERPIHAK SAMA GUE, APA GUE HARUS JADI JALANG DULU KAYAK KAKAK BIAR BISA DISAYANG SAMA KELUARGA!" Teriak Gita, ia memukul mukul dadanya dengan sangat kencang "Peluk gue" "C-cakra?" "Sini peluk gue, luapin apa yang lo pendem selama ini ta" Gita berlari kepelukan Cakra, mereka berdua itu sama sama sakit, tapi dengan cara yang berbeda. -------- "CAKRA AWASS!!!" BRUK!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines