Dear Mas Dosen

Dear Mas Dosen

  • WpView
    Reads 630
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 14, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Abian, ibu boleh minta sesuatu?" Diujung mata wanita yang terbaring lemah itu sudah siap untuk menjatuhkan air matanya. "Iya, Bu?" "Gita sudah kehilangan ayahnya sejak kecil. Dia juga baru saja kehilangan seorang kakak laki-laki yang selalu melindunginya. Dan mungkin sebentar lagi dia akan kehilangan sosok ibu yang tidak bisa menjadi sosok yang mendengarkan keluh kesahnya seperti biasa." Wanita itu meraih tangan Abian dan menggenggamnya erat. "Boleh ibu minta kamu untuk menjaga Gita selamanya? Dengan menjadikan dia sosok istri yang bisa kamu lindungi kapan saja. Sehingga ibu bisa tenang meninggalkan putri ibu saat ibu sudah tiada." Tangisan yang Abian dengar sangat memilukan, bahkan genggaman itu semakin menguat. Abian kelu, ia bingung untuk menjawab apa. Bagaimana dengan kekasihnya? Bagaimana ia bisa menjelaskan semuanya pada Fanya? Bagaimana Abian bisa menerima Gita yang ia kenal sebagai partner magang dan tak lain adalah adik sahabatnya yang sudah meninggal sejak 2 jam lalu sebagai istrinya? Abian belum siap, ia sangat takut mengecewakan seseorang kedepannya. _______________________________________ JANGAN LUPA FOLLOW AKUN WATTPAD AKU
All Rights Reserved
#35
gita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Say You Love Me Too
  • KOTA BANDUNG & GITA
  • Jodoh Pilihan Abi
  • Anesthetized [Terbit]
  • Awan Untuk Pelangi ( SELESAI )
  • LOVE REVOLUTION || JENRINA
  • Surat Untukmu
  • Ijbar [Selesai]
  • Sold Out!!

"Hidup aku berwarna jika ada kamu.. Aku mohon, jangan pergi ya??" Aku melihat sekilas wajahnya yang sendu menatap ku seperti bayi memohon meminta dibelikan mainan. "Gua harus pergi sek... EHH?!" serangan yang sangat tiba tiba, aku terkejut saat ia langsung memelukku erat sembari menangis sesenggukan yang semakin menjadi jadi. "Hah.." Biarlah dia menangis dulu sepuas puasnya dipelukanku, karena usaha yang sia sia juga melepaskan pelukan dari nya. Beberapa detik terjadi keheningan dan tiba tiba pria yang memelukku ini berbicara dengan suara serak nya di telinga ku. "Jangan pergi, kalau Lo ingin menghilang bawa gua juga. Tetapi kalo lo pergi tanpa bawa gua, terpaksa gua buat lo menghilang bersama gua terlebih dahulu" "...." Nita hanya ingin hidup bahagia selepas dari masalah percintaan nya 3 tahun silam. Dia hanya memperkirakan bahwa jika ia tak berjumpa dengan mantan nya itu, Nita akan berhasil melupakannya. Nita dibantu oleh rekan kerjanya untuk membantu melupakan mantan nya dengan memberi dukungan setiap waktu. Namun, mengapa akhir akhir ini Nita merasa perlakuan temannya ini berbeda?? Nita mencoba menggambarkan situasi saat ini namun tak berani bertanya pada pihak temannya. Kalau salah kan malu sendiri, pikir Nita saat itu. Namun, sifat itu semakin di tunjukkan oleh teman Nita saat pertemuan perdana Nita dan mantannya setelah 3 tahun berlalu. Nita tak tau dengan perasaan nya. Dibilang ingin kembali ke mantan nya Nita juga tak mau, lalu juga di sisi lain temannya ini seperti tak mau kehilangan Nita. Diibaratkan melepaskan di luar, menjerat di dalam. #cerita ini tak berkaitan sama sekali dengan kehidupan seseorang, ini asli dari imajinasi author.

More details
WpActionLinkContent Guidelines