We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
blocked. reply and trials (OnGoing)

blocked. reply and trials (OnGoing)

  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 5, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Tuhan membebaskan manusia, untuk memilih mana yang terbaik baginya. Akal adalah medium manusia untuk menyaring berbagai hal, termasuk yang terbaik baginya. Apakah ia akan masuk surga? Atau kelak ingin ke dalam neraka. Masalah baik dan buruk, manusia mampu dengan akalnya.
(CC) Attrib. NonComm. ShareAlike
#1
kafir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • CINTA UNTUK ALYA
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • ARKHAN (TAMAT)
  • Ad Meliora || END✓
  • Kisah Akala
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • Sang Penguasa
  • Perih Atau Bahagia[Completed]
  • Takdir Sang Ilahi [END]

Broken home? Sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Tentu hati seorang anak mana yang tidak hancur saat harus menerima kenyataan pahit semacam itu. Bahkan dirinya mengalami itu saat masih kecil. Waktu dia baru menginjak 8 tahun, masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Tapi apalah daya. Takdir tidak bisa diubah. Dia hanya bisa pasrah. Dia bertekad akan membuktikan pada semua. Terutama kedua orangtuanya yang sudah berpisah lama. Dirinya memutuskan untuk berubah. Merubah semuanya. Dari mulai pandangan, berfikir, dan satu lagi jangan mengeluh dengan keadaannya yang sekarang sudah menjadi anak broken home. Perjalanan dari perubahannya ini penuh dengan rintangan. Karena memang semua manusia pasti tak akan terlepas dari itu. Hanya saja bagaimana caranya agar bisa dengan sabar dan tabah menghadapinya. Dia seperti itu karena sadar, bahwa broken home bukan suatu masalah yang besar. Juga bukan sebuah penghalang untuk terus menjalani hidup. Bukan pula ajang untuk jadi terjerumus pada pergaulan bebas. Sebab dirinya tahu betul, lebih menyakitkan nasib anak-anak yatim dan piatu. Mereka bahkan tidak bisa lagi berjumpa dengan orangtuanya. Mau tau kelanjutan dari kisahnya? Bagaimana perjalanannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines