I'm (not) an Orphan

I'm (not) an Orphan

  • WpView
    Reads 870
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 15, 2016
"Sudahlah Kayla, anggap saja kedua orangtua kamu itu sudah meninggal. Apa tak cukup hanya bersama nenek?" Begitulah kata-kata yang selalu diucapkan nenek setiap kali aku bertanya dimana sebenarnya kedua orangtuaku. Aku sangat menyadari walau aku akhirnya menemukan mereka, mungkin saja mereka takkan menganggapku. Tapi aku tak menyerah. Karena aku hanya ingin membuktikan pada semua orang kalau aku bukanlah anak haram seperti yang mereka pikirkan dan mencari kebenaran mengenai apa yang sebenarya terjadi sampai nenek menyuruhku menganggap mereka sudah meninggal. Dan perlahan-lahan aku berhasil mengungkapnya sendiri. Namun, aku nyaris melupakan pencarianku karena kehadiran dua lelaki yang tak henti-hentinya mengekoriku, baik saat aku dirumah, maupun disekolah. Raka, lelaki dingin, egois, dan arogan, dengan wajah seperti malaikat, walau amarahnya sering meledak-ledak dengan emosi tak terkontrol, namun aku heran kenapa ia tetap saja melindungiku dari bullying yang dilakukan teman-temanku disekolah. Lain halnya dengan kak Ghazy, lelaki yang baik, hangat, cerdas, pengertian, dan tentu saja tampan, yang setiap harinya tak pernah berhenti mendekatiku, namun apa yang dilakukannya itu justru membuatku selalu dalam bahaya setiap harinya karena ia salah satu cowok yang paling diinginkan disekolah. *** Bagaimanakah kisah hidup Kayla sampai ia menemukan kedua orangtuanya dan juga cintanya? Simak terus yaa... jangan lupa vote. Thanks :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Become an Extra or Main Character [END]
  • KIARILHAM【END】
  • I'm okay (END)
  • FIZYA
  • Untung Sayang
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • Penantian
  • ALL MY WOUNDS

Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines