Berandal Love Street

Berandal Love Street

  • WpView
    LECTURES 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., mai 14, 2022
Berawal dari pertarungan antara siswa SMK Taruna dengan siswa SMK Bakti. Diantara mereka pemimpin SMK Taruna ialah Gara Adipati Wisesa akan bertarung secara one by one, yakni pemimpin SMK Taruna dengan pemimpin SMK Bakti. Selama pertarungan yang begitu sengit, Gara pun kalah karena telah dicurangi, biasanya ia tak pernah kalah dalam pertarungan apapun. Gara benar-benar marah dan ingin membalasnya seketika lawan membelakangi, namun seorang teman mereka mendorong Gara hingga jatuh dan ia dipukuli oleh mereka, ia tak bisa berbuat banyak karena tenaganya sudah habis dan lelah. Seketika mereka sudah puas memukuli Gara, barulah mereka pergi. Hari itu, ia benar-benar sial, bagaimana bisa mereka berbuat curang, padahal sebelumnya sudah ada perjanjian untuk tidak berbuat curang. Mereka menang secara tidak adil. Gara membaringkan tubuhnya tak berdaya, dan ia bertekad akan membalas perbuatan mereka, dengan pertarungan kembali secara sah. Seorang perempuan berseragam sekolah tiba-tiba menghampirinya dan memberikan sapu tangan miliknya. Wajah yang polos dan cantik, itu benar-benar membuatnya terpesona, ia bangun dan menerima sapu tangan miliknya. "Pasti sakit ya?" Ucap perempuan itu. Gara hanya terdiam sambil mengelap darah dipipinya. "Kenapa kamu berkelahi dengan mereka?" Ucapnya sekali lagi. Namun Gara tetap tak menjawabnya, ia terus mengelap wajah dengan sapu tangan perempuan itu. Karena merasa diabaikan, perempuan itu mengambil sapu tangannya kembali. "Eh, itu kan kotor." Kali ini Gara terpaksa membuka mulut, karena tak enak jika sapu tangan miliknya yang kotor. "Gak usah, biar aku yang cuci." Sentak perempuan itu kecewa, saat Gara berbicara sekarang. "Eh, kamu mau kemana?" Ucap Gara ketika perempuan itu akan pergi. Perempuan itu pun tak menjawab, kemudian pergi begitu saja. Hari yang begitu sial sekaligus keberuntungan bagi Gara bisa bertemu perempuan itu. Selanjutnya mereka akankah dipertemukan lagi
Tous Droits Réservés
#716
berandal
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Lo, Tunangan Gue !!! [Sudah Terbit]
  • BADBOY & GOODGIRL
  • Bad boy is a good boy for me [END]
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • ME & HIM ARE DIFFERENT
  • ALTERIO
  • ARGI [END]
  • ANTARKA [END]

[Tersedia di toko buku terdekat. Beberapa part sudah dihapus] Fani membenci Reihan Nathaniel setengah mati. Cowok playboy yang selalu menjadi most wanted di kampusnya. Bagaimana bisa Tuhan menciptakan cowok seperti Rei yang tidak bisa menghargai cewek? Bukan. Bukan karena cowok itu berlaku kasar atau apapun. Tapi karena cowok itu terlalu lembut dan membuat hampir semua cewek di kampusnya bertekuk lutut pada pesona -yang menurut Fani justru sangat menyebalkan. Kenapa juga orangtuanya memintanya untuk bertunangan dengan cowok itu? Dan yang lebih menjengkelkannya lagi, kenapa Rei harus menerima pertunangan mereka? Karena sebuah alasan, Rei harus menyetujui permintaan orangtuanya untuk bertunangan dengan Tiffany Adelia. Cewek yang ternyata adik tingkatnya di kampus dan cewek yang ternyata membencinya setengah mati. Tapi Rei berusaha untuk bersikap tenang demi rencananya. Karena ternyata, cewek itu juga pernah terlibat secara tidak langsung dengan masa lalunya. "Sampe tujuan gue berhasil aja, Fan. Setelah itu, gue pasti lepasin lo." Tapi belum juga berhasil, hatinya justru berontak dan membuat rencananya hampir gagal. Atau mungkin sudah gagal? Karena tanpa sadar, dia selalu ingin orang lain tahu tentang statusnya dengan Fani. Bukan lagi untuk keberhasilan rencananya, tapi untuk hatinya agar cewek itu tetap tinggal di sisinya. Fani menatap Rei tajam. "Lo nggak punya hak buat ngatur-ngatur gue." "Gue tunangan lo, kalo lo lupa." "Kita cuma pura-pura, kalo lo lupa." "KALO GUE BILANG JANGAN JALAN SAMA DIA, YA BERARTI JANGAN JALAN SAMA DIA!! JANGAN BIKIN GUE TAMBAH MARAH, FAN!!" bentak Rei sambil menonjok dinding.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu