Pasang Cincin

Pasang Cincin

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 13, 2022
Hana tidak menyangka, pertemuan singkatnya dengan Pram membuatnya mengiyakan ajakan untuk menikah. Awal pernikahan pun menjadi titik berat pernikahan mereka Hana yang bar-bar dan Pram yang sekeras Batu. Membuat mereka hampir menyerah. Terlebih jarak usia mereka delapan tahun. Namun bukankah tidak ada sebuah pernikahan tanpa ada drama di dalamnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MATRIMONIUM
  • Hilang dan Pulang
  • Me After You
  • LOVE FOUND REGARDLESS
  • RETAK [END]
  • RamaNina (End)
  • Thick As Thieves
  • Kali Kedua
  • TURN OFF THE LIGHT
  • Falling In To August (TAMAT)

Arum Hanandya adalah seorang gadis berusia 30 tahun yang kini tengah mempersiapkan pernikahannya. Arum memiliki lima orang sahabat dan telah menjalin persahabatan dengan mereka selama 14 tahun. Mereka adalah Sita, Mariska, Masayu, Wanda dan Rena. Selama 14 tahun persahabatan mereka, Arum banyak terlibat dengan kisah cinta hingga pernikahan kelima sahabatnya. Hal ini sangat mempengaruhi cara pandang Arum dalam melihat sebuah pernikahan. Bagi Arum, dulu pernikahan adalah akhir dari sebuah kisah cinta yang indah, atau dapat digambarkan dengan "The End" atau "Happily ever after" seperti pada film-film romansa. Tetapi setelah melihat kisah kelima sahabatnya yang sudah lebih dulu menikah, membuat Arum yang kini tengah mempersiapkan pernikahannya menjadi memiliki rasa ragu dan ketakutan akan sebuah pernikahan. Karena ternyata pada kenyataannya, pernikahan kelima sahabatnya bukanlah sebuah akhir bahagia selamanya seperti yang ada di film, tapi lebih rumit dan cukup menyesakkan dada. Akankah Arum dapat berdamai dengan ketakutannya akan pernikahan dan berakhir dipelaminan dengan kekasihnya Rano? - "Menikah is a big deal Sita. Jangan hidup dalam ilusi. Kalian jangan membangun ilusi itu bersama untuk hancur bersama" (Arum kepada Sita) -"Cinta lo ke Bayu terlalu besar, lo berikan segalanya buat dia. Sampai lo lupa, cinta itu punya porsi, Mar" (Rano kepada Mariska) -"Yu, kalo menurut gue ya, nikah terus punya anak itu bukan perlombaan. Siapa yang duluan dia yang menang, bukan kayak gitu konsepnya" (Sita kepada Masayu) - "Jangan terus-terusan jadiin gue sebagai standar kebahagiaan lo, karena sekali lagi gue mau ingetin ke lo, Rena lo bukan gue..." (Wanda kepada Rena)

More details
WpActionLinkContent Guidelines