Petrichor is U

Petrichor is U

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 13, 2022
Alemana Aku adalah cowok berusia 20 tahun dengan kepribadian yang tertutup. Beberapa tahun belakangan ini aku tinggal di Hawaii. Hmm Aku bingung harus mengatakan apa lagi agar kalian lebih mengenalku. Kalau begitu, apakah membenci hujan bisa menjadi Funfactku?. Bukan karena petir atau teringat mantan, tetapi hujan membawa memori buruk untukku. Memori yang membuatku mengambil keputusan untuk tinggal terpisah dengan ayah. Sudahlah sampai sini saja aku rasa. Terlalu panjang untuk ku ceritakan di sini. Kalian akan mengetahui lebih banyak tentangku dan dia nanti.
All Rights Reserved
#827
adik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • The RainGirl
  • Alena, Si Gadis Hujan
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Rain
  • ALEA (COMPLETE)
  • Hiperbola Hati (COMPLECTED)~
  • My Cold Boy (Tamat)
  • SAGAZIELL [ Selesai ]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines