Diary zara

Diary zara

  • WpView
    GELESEN 5
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Mai 13, 2022
WpInfo
SACHBUCH
Cerita ini berdasar kan kehidupan saya. Dari saya bayi sampai sekarang.. Terahir di keluarga broken home membuat saya sadar bahwa hidup terus berjalan walau saya tersakiti. Dari bayi hampir di jual ibu kandung Karna benci nya ibu saya kepada ayah saya.dan berimbas berpisah nya saya dan kakak saya. Di ejek tak punya ayah dan ibu saya sudah biasa tpi.. Saya tetap menderita secara jiwa dan raga. Di kalai ada kesulitan pasti ada bahgia.. Pada hari itu saya zara tidur di kursi dan tante saya barkata" panggil saja saya Mama " Menangis saya sejadi-jadi nya. Ternyata ini lah rasa nya mempunyai orang tua Oke ayo baca cerita gue.. Walau banyak taypo Karna nulis pertama kali harap di maklumi dan harap komen manakala ada yg salah. Ini lah diary saya :Roza Nur Mai zara #. Menyesal di lahir kan bila akan di siksa #. Cengeng #. Pura" bahagia #. Menderita
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • sraddah (on going)
  • Dear Nana
  • ...
  • Broken
  • New Possessive Family
  • Hai, Kak! (END)
  • Become Baby Boy✓
  • Aku Yang Tak Dianggap

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien