We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AFTERLIFE: The Beginning After The End

AFTERLIFE: The Beginning After The End

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 22, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Hidup adalah rangkaian pilihan yang dibuat manusia. Tapi apa jadinya jika kamu sudah mati dan dihadapkan kepada persimpangan terakhir yang pilihanmu dapat mengubah nasibmu? Haruskah aku ke alam baka atau ke dunia baru yang tidak diketahui apa yang ada didalamnya??
All Rights Reserved
#85
chapter1
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • String of Soul
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • Project : NOIR
  • Haluan Takdir (With Seanna) [END]
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Undefined Universe [M]✔
  • Whisper Of Destiny

Menjadi malaikat maut memang tidak mudah. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari pemilihan hewan totem, fitting baju dinas, dan wajib lulus dari sekolah Undertaker untuk mendapatkan lisensi 'Pencabutan Nyawa' Peraturan abadi dan damai hanya satu; jangan pernah berbuat masalah, atau kau bisa saja disidang di depan para Dewan Kedutaan Kematian. Ugh, tidak mau! Cerberus bisa saja duduk manis di sana untuk menjadikan dirimu kudapan hidup-hidup. Lalu inilah Lief. Lulusan Undertaker sebagai Malaikat Maut terbaik, murid kesayangan kepala sekolah Hoogan juga. Terlihat sempurna, tampan, dan dianugerahi Sickle yang katanya memiliki kekuatan besar yang belum sepenuhnya bangun. Namun sayang, tatkala jam saku dan mata emerald Lief berpendar, dan nama seorang gadis yang hendak dijemput benang jiwanya berdiri di depannya, sang Malaikat Maut malah tak bisa melakukan apa pun. "Emmm ... apakah aku akan mati?" Lief menggaruk pelipisnya. "Seharusnya iya .... Tapi tunggu." Si Malaikat Maut kebingungan. "Di mana benang jiwamu?" This is pure imagination and fiction

More details
WpActionLinkContent Guidelines