GHAZ DAN SHAN

GHAZ DAN SHAN

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 31, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Di dunia ini,ada orang yang sedang meragukan perasaan mereka. Itu sebabnya tak semua waktu bisa menyatukan. Pertemuan bisa saja menjadi pemberhentian atau bisa saja menjadi persinggahan sementara,bahkan waktu tak bertanggung jawab jika kamu merasa menyesal karena tak pernah berhasil mengerti perasaanmu sendiri. 'kamu yang paling indah dari semua hal yang aku suka,tapi kamu adalah kemungkinan yang tidak bisa aku dapatkan'(Ghaz) 'aku sedang kehilangan diriku,mungkin saat aku mulai menganggapmu, kamu sudah berhenti mengejarku'(Shan)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Mawar  (Revisi)
  • Bertahan atau pergi
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Tiga : Aku, Kamu, Kita (TAMAT)
  • kisah di sekolah (Berdasarkan Kisah Nyata)
  • Marrying the Mafia
  • LDR

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines