PHOSPHENES

PHOSPHENES

  • WpView
    Reads 1,341
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 29, 2022
Tatkala seorang gadis belia merasakan pahitnya cinta pertama apakah Ia masih akan percaya akan cinta? Kalian mungkin akan mengatakan 'ya' tapi aku akan berkata 'tidak'. Atau mungkin 'tidak lagi'. Kau tak dapat mendekatiku seperti itu, Tuan Tampan. Segeralah menyingkir. Kau terlalu sempurna untuk diriku yang penuh luka. *** Bukan masalah besar untuk memilih seorang kekasih. Namun, aku tak ingin mereka semua. Yang ku mau hanya dirimu. "Aku mencintaimu." "Aku tak dapat memberikan apapun atas cintamu." "Aku tak memerlukan apapun kecuali dirimu." "Aku tak kaya." "Aku tak peduli betapa banyak uang yang kau punya." "Aku tak memiliki potret keluarga bahagia." Balasnya untuk kedua kali. "Aku sendiri yang akan merangkai potret itu dalam sebuah album yang akan kita jaga selamanya." "Aku tak dapat memiliki anak." Hening sejenak. "A-aku... tak keberatan." "Kau jelas tak yakin dengan ucapan mu." "Masih ada banyak cara yang dapat kita lakukan." Gadis itu tertawa. "Kau memang tampak nyata, Tuan. Tapi kau hanya fosfena yang akan hilang tatkala aku membuka mata dengan benar." "Kita lihat saja." *** Mature content. Please be wise. Pictures source : Pinterest, Instagram, Google.
All Rights Reserved
#636
adult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • Broken Trust
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Do You Remember, Us? [END]
  • Toxic Relationship
  • Sugar Daddy18+ END [✓]
  • Unpredictable Love
  • Tient à Cœur [FIN]

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines