PHOSPHENES

PHOSPHENES

  • WpView
    LETTURE 1,334
  • WpVote
    Voti 101
  • WpPart
    Parti 12
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, dic 29, 2022
Tatkala seorang gadis belia merasakan pahitnya cinta pertama apakah Ia masih akan percaya akan cinta? Kalian mungkin akan mengatakan 'ya' tapi aku akan berkata 'tidak'. Atau mungkin 'tidak lagi'. Kau tak dapat mendekatiku seperti itu, Tuan Tampan. Segeralah menyingkir. Kau terlalu sempurna untuk diriku yang penuh luka. *** Bukan masalah besar untuk memilih seorang kekasih. Namun, aku tak ingin mereka semua. Yang ku mau hanya dirimu. "Aku mencintaimu." "Aku tak dapat memberikan apapun atas cintamu." "Aku tak memerlukan apapun kecuali dirimu." "Aku tak kaya." "Aku tak peduli betapa banyak uang yang kau punya." "Aku tak memiliki potret keluarga bahagia." Balasnya untuk kedua kali. "Aku sendiri yang akan merangkai potret itu dalam sebuah album yang akan kita jaga selamanya." "Aku tak dapat memiliki anak." Hening sejenak. "A-aku... tak keberatan." "Kau jelas tak yakin dengan ucapan mu." "Masih ada banyak cara yang dapat kita lakukan." Gadis itu tertawa. "Kau memang tampak nyata, Tuan. Tapi kau hanya fosfena yang akan hilang tatkala aku membuka mata dengan benar." "Kita lihat saja." *** Mature content. Please be wise. Pictures source : Pinterest, Instagram, Google.
Tutti i diritti riservati
#37
italy
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Toxic Relationship
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Batas
  • Unpredictable Love
  • Love in the Corner
  • [End] Perfectly Imperfect
  • Sugar Daddy18+ END [�✓]
  • Cute Big Baby END [✓]
  • The Baby's Contract✓

Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu *** "Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama. Tidak mungkin! Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai. "Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar. Kris terdiam. "Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya. Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna. Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris. "Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama. Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini." Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris. "Sial!" umpat Kaluna. *** Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti