Radeya's Evanescence

Radeya's Evanescence

  • WpView
    Reads 32,545
  • WpVote
    Votes 3,765
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 5, 2026
WpInfo
Fanfic
Ada banyak hal yang membuat Radeya berkali-kali ingin menyerah. Menyudahi semuanya. Namun, di sela-sela hidup yang tak pernah benar-benar ramah, Tuhan sesekali menghadirkan kebahagiaan. Kebahagiaan itu bersifat sementara. Tapi cukup untuk membuat Radeya memilih bertahan. Radeya Abimana. Berbeda dengan empat saudaranya yang menyandang marga Wiradinata, namanya berhenti di dua kata. Katanya, Wiradinata memang tidak diperuntukkan baginya. "Kamu tanya, apa alasan saya benci kamu?" Senyum simpul pun terpatri. Ekspresinya bertolak belakang dengan kalimat yang ia ucapkan setelahnya. "Karena kamu nggak akan pernah punya masa depan." Radeya memang diberi kehidupan. Namun sejak awal, hidupnya tak pernah benar-benar diterima. "Radeya cuma pengen hidup, Mbak. Sebagaimana mestinya yang Tuhan beri untuk dia. Tapi kamu menghancurkan semuanya."
All Rights Reserved
#39
fanfict
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • SAIRISH
  • PAMENGKU | NOMIN
  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • Obsession Overdose
  • Journey
  • Possessive Male Lead
  • I'm Not Just a Figuran

Satu kampus tahu kalau Kenan Abyasa adalah benteng kokoh Fakultas Teknik yang tidak tersentuh. Dia tampan, perfeksionis, bermulut ketus, dan punya aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar siapa pun: jangan pernah menyentuh fisiknya secara sembarangan. Tapi, aturan itu seolah tidak berlaku bagi Seva Ananta. Sebagai mahasiswa FEB yang modis, wangi, dan dipenuhi pesona centil yang menggemaskan, Seva sengaja menjadikan Kantin Pusat sebagai medan perang hariannya. Mulai dari sengaja mengantarkan minuman manis, memanggil dirinya sendiri dengan sebutan nama, hingga gestur natural menyelipkan poni ke belakang telinga demi memancing perhatian sang pujaan hati. Semua orang mengira Seva akan segera didepak oleh sifat dingin Kenan. Namun di balik layar, saat tidak ada pasang mata yang melihat, justru cowok kaku itulah yang selalu memegang kendali; dengan sengaja menarik kerah kemeja Seva agar mendekat, atau menahan pinggang si gembul itu sedikit lebih lama agar tidak berpaling ke orang lain. Karena bagi Kenan, aturan Touch-Me-Not miliknya punya satu pengecualian besar, dan nama pengecualian itu adalah Seva.

More details
WpActionLinkContent Guidelines