erreur

erreur

  • WpView
    Reads 288
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 12, 2022
Bagaimana rasanya mencintai seorang kakak kelas? Satu baru masuk, satu hendak lulus, secara diam-diam pula. Setelah perhatian-perhatian kecil, bahkan hingga pengorbanan besar, akankah rasa itu membuahkan hasil? Ini adalah sebuah kisah seorang Pat dalam lika-liku masa SMA-nya. "Si kakel kesayanganmu itu! Udah, dia emang paling cocok apalagi dipasangin sama orang spek kamu!" "Jangan terlalu bucin, ntar sakitnya sampai ke relung hati. Belum tentu juga dia menyukaimu." "Sumpah, aku no comment sih." Tiga orang berbeda, tiga waktu yang berbeda, tiga komentar berbeda, tiga pendapat yang berbeda. Tapi yang pasti, satu hal, mereka bertiga adalah sahabat sekaligus support system terbaik bagi seorang Pat. ----- Karya ini murni pemikiran dari Enas Filos. Tidak diizinkan untuk DUPLIKAT ataupun PLAGIAT karya orang sembarangan. Update setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu. Jangan lupa tinggalkan Vote serta Komen yaa! START = 8.06.22 Happy Reading <3
All Rights Reserved
#551
klasik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antagonis
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • Only You. [END]
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • GEOCEAN [END]
  • Cosinus
  • Aska Aldinata
  • MENEPI UNTUK PERGI [END]
  • My Friend Is My Crush (END)
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
Antagonis

Pertengkaran hebat antara hati dan logika tidaklah mudah, memunculkan egois yang terus bergerak meronta dalam diri. Melangkah dengan kaki penuh luka di atas jalan berduri, memeluk kepastian dengan kesakitan yang terdalam. Menarik raga yang hanya bisa diraih, hati yang kosong pergi menjauh dan tidak peduli. Tersakiti, bukan hanya mereka saja. Hati terus merasakan sakit tanpa henti. Menuliskan takdir yang begitu lucu pada kisahnya. Termenung, menyadari jika semuanya salah. Tetapi tidak ingin mengakhiri. Hanya ada kata maaf dan terima kasih yang terucap. Maaf karena memaksakan hati dan terima kasih sudah mau menerimanya dengan luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines