PUSALA: the Third Gen (slow update)

PUSALA: the Third Gen (slow update)

  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 27, 2022
Delapan pemuda yang diberi "mukjizat" berkumpul dan bersatu untuk melindungi Batavia dari suatu musibah yang membuatnya semakin 'terbelakang'! Ah, tapi apakah perjuangan mereka hanya sebatas melindungi ibukota? (Semi-fanfiksi ini diupdate sangat lambat; ilustrasi dimasukkan belakangan) Tidak disarankan, bahkan dilarang untuk dipublikasikan, meng-screenshot, atau menggandakan karya ini di luar izin dan kuasa penulis. Disclaimer: Segala konten di sini tidak ada sangkut-pautnya dengan kejadian nyata. PUSALA © kekkonnichiwa. #1 in "kompas" #620 in "un1ty" T-Rated, Superhero-Slice of Life-Tragedy-Fantasy-Teenfic, (Semi Fan and) Song Fiction.
All Rights Reserved
#5
ipop
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Promise
  • FONXITA
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Titik Nadir
  • EIGHT
  • Amami
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️
  • Perfect Hero

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines