KANGLIM SI PSIKOPAT POLOS

KANGLIM SI PSIKOPAT POLOS

  • WpView
    Reads 963
  • WpVote
    Votes 141
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 29, 2022
"Apa kau tau apa yang lebih indah dari alunan musik pop, jazz, hip hop dan musik lainnya. Adalah teriakan mu! Teriakan MU bagai musik pengantar tidur untuk ku." "Lo itu milik Gua jangan sampai Gua hilang kendali karna dia!" "Shit itu apa?" "Kok mereka dua-duaan gitu cewek sama cowok lagi?" Kanglim mendekat kan bib*rnya pada Hari, Kanglim mendarat bib*rnya pada kening hari lalu turun ke mata setelah nya Kembali turun kebawah hidung hari dan bermain-main sebentar lalu pada titik yang sangat Kanglim inginkan dari pertama melihat nya. "Kanglim aku tidak ingin kau pergi jauh dari ku." "Tenang saja Hari Aku tidak akan pernah meninggalkan mu sendiri." Sipnosis Kanglim adalah seorang anak lelaki yang memiliki kelainan, lebih tepatnya memiliki gangguan mental. Yang membuat nya menjadi orang yang sangat kejam dan impulsif. Atau lebih simplenya Psikopat or Psycho. ~antisocial personality disorder/APD~ Membuat nya dijauhi oleh orang sekitar dan keluarga nya, tapi beruntungnya Kanglim memiliki tiga orang sahabat yang mau menerima kenyataan bahwa Kanglim adalah seorang yang mempunyai gangguan mental. Selama bertahun-tahun Kanglim mencari seorang gadis yang ia cintai saat pertama kali pandang, dan saat satu malam dimana Kanglim yang sudah lepas kendali secara brutal dan ganas menghabisi keluarga nya sendiri yang dimana mereka lah biang dari gangguan mental yang Kanglim miliki. Gadis itu merasa takut dengan Kanglim karena Kanglim membunuh seluruh keluarga nya tanpa ampun dan belas kasih. Cb ini bergenre Romansa, pembunuhan, kriminal, kekerasan, berdarah-darah, bullying Oiya untuk kalian para bochil atau yg kurang nyaman dengan cb ku lebih baik skip aja gpp
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUMANTARA
  • Is It Home ?
  • My Beloved Revenge [END]
  • Room Chat Shinbi's house
  • 🌙INSIDE THE MOON🌙
  • Miracle of Survival [END]
  • ALTARSYA
  • Alisa's Story
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
BUMANTARA

PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines