Story cover for Unexpressed by NailaAttaya
Unexpressed
  • WpView
    Reads 8,483
  • WpVote
    Votes 582
  • WpPart
    Parts 24
  • WpView
    Reads 8,483
  • WpVote
    Votes 582
  • WpPart
    Parts 24
Ongoing, First published May 15, 2022
[BAGIAN KETIGA DARI UNEX-SERIES]

Diawali dari sebuah kisah yang tak terduga, hingga berlanjut pada kisah yang belum sempat dijelaskan. Kali ini, akan kuceritakan padamu sebuah kisah yang tak sempat terucap.

Tentang kisah pagi yang merindukan malam. Ditemani kopi ketika menanti mentari, pun ditemani doa-doa di antara derai air mata.

Tentang kisah di antara asa. Tentang kasih diselimuti tangis yang berakhir tragis karena egois. Tentang kita yang bertarung di antara rasa. Akan akhir kisah bahagia yang menanti untuk ditulis.

Namun, sadar jika tulus yang telah pupus. Juga, harap yang telah raib dan tak sempat terucap. Cinta telah berbalut nestapa. Sang pujaan hati telah pergi. Pergi bukan untuk kembali.

"... Kasih, aku telah melepaskanmu."
All Rights Reserved
Sign up to add Unexpressed to your library and receive updates
or
#334unexpected
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
[COMPLETED] 7 Days cover
(Re) - Married (completed) cover
Mutualism Symbiosis [Hiatus: Back In February 20th] cover
Suck It and See (Complete) cover
Kumpulan Novelet Romansa (one shoot) cover
Surrogate Wife [END] cover
Jauh. Esok Nanti atau Selamanya cover
Marry With My Senior ( SUDAH DIBUKUKAN DAN TERSEDIA DI APLIKASI DREAME) cover
After Such A Long Time (Hiatus) cover

[COMPLETED] 7 Days

23 parts Complete Mature

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.