Story cover for Unexpressed by NailaAttaya
Unexpressed
  • WpView
    Reads 8,483
  • WpVote
    Votes 582
  • WpPart
    Parts 24
  • WpView
    Reads 8,483
  • WpVote
    Votes 582
  • WpPart
    Parts 24
Ongoing, First published May 15, 2022
[BAGIAN KETIGA DARI UNEX-SERIES]

Diawali dari sebuah kisah yang tak terduga, hingga berlanjut pada kisah yang belum sempat dijelaskan. Kali ini, akan kuceritakan padamu sebuah kisah yang tak sempat terucap.

Tentang kisah pagi yang merindukan malam. Ditemani kopi ketika menanti mentari, pun ditemani doa-doa di antara derai air mata.

Tentang kisah di antara asa. Tentang kasih diselimuti tangis yang berakhir tragis karena egois. Tentang kita yang bertarung di antara rasa. Akan akhir kisah bahagia yang menanti untuk ditulis.

Namun, sadar jika tulus yang telah pupus. Juga, harap yang telah raib dan tak sempat terucap. Cinta telah berbalut nestapa. Sang pujaan hati telah pergi. Pergi bukan untuk kembali.

"... Kasih, aku telah melepaskanmu."
All Rights Reserved
Sign up to add Unexpressed to your library and receive updates
or
#334unexpected
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
BUNGA KEMBALI cover
• EUTANASIA • cover
Soliloquies of Unrequited Love cover
Still You (Tamat) cover
DOPAMINE [HIATUS] cover
Marry With My Senior ( SUDAH DIBUKUKAN DAN TERSEDIA DI APLIKASI DREAME) cover
Surrogate Wife [END] cover
Jauh. Esok Nanti atau Selamanya cover
Rendra & Lila [END] cover
After Such A Long Time (Hiatus) cover

BUNGA KEMBALI

101 parts Complete

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.