Story cover for Essai Pendidikan by hanyasayaxxx
Essai Pendidikan
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 15, 2022
Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan, Merdeka Belajar adalah suatu pendekatan yang dilakukan supaya siswa dan mahasiswa bisa memilih pelajaran yang diminati. Hal ini dialkukan supaya para siswa dan mahasiswa bisa mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan sumbangan yang paling baik dalam berkarya bagi bangsa.
All Rights Reserved
Sign up to add Essai Pendidikan to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
THE PREMIUM CLASS ( ON GOING ) by mimimiski
5 parts Ongoing
Di Antara Cinta dan Peringkat Di tengah gemuruh masa remaja yang penuh ambisi dan asa, ada satu pertanyaan yang diam-diam menggelayut di benak banyak siswa: Bagaimana mungkin seseorang menemukan cinta... ...di tengah kobaran kompetisi yang tak pernah padam? Sekolah Garuda bukanlah tempat biasa. Ia berdiri megah, menjulang seperti kastel pendidikan di tengah kota. Terkenal sebagai sekolah paling bergengsi di seluruh negeri, namanya menggema seperti nyanyian kemenangan setiap kali sebuah olimpiade berakhir. Setiap tahunnya, ribuan siswa berlomba-lomba mendaftarkan diri. Namun hanya segelintir yang berhasil melangkah melewati gerbangnya. Mereka yang diterima bukan hanya cerdas-mereka adalah yang terbaik dari yang terbaik. Anak-anak dengan nilai A+ dalam segala bidang: dari kebugaran jasmani hingga kecerdasan akademik. Matematika, IPA, Bahasa Inggris-mereka juaranya. Dan ketika mereka masuk, perjuangan baru dimulai. Sistem pendidikan di Sekolah Garuda tidak mengenal ampun. Efisien, terstruktur, dan nyaris sempurna. Tiada satu pun siswa yang gagal, bukan karena semuanya hebat, tetapi karena sistemnya hanya menerima yang mampu bertahan. Setiap kelas terdiri dari 20 siswa. Tidak lebih. Tidak kurang. Namun ada satu kelas yang tak seperti lainnya-kelas premium. Isinya adalah para jenius. Siswa-siswa dengan catatan akademik luar biasa, yang tidak hanya belajar, tapi mencetak sejarah. Dan di sinilah aturan paling tajam diberlakukan: Jika siswa peringkat 20 di kelas premium memiliki nilai lebih rendah dari siswa peringkat 1 di kelas bawah, maka pertukaran dilakukan. Tanpa negosiasi. Tanpa belas kasihan. Peringkat 20 akan turun, digantikan oleh sang juara dari bawah. Itulah dunia Sekolah Garuda. Tempat di mana cinta bisa tumbuh, tapi hanya jika kau cukup kuat untuk bertahan dari arus nilai, ambisi, dan pengguguran sistematis. Tempat di mana hati harus memilih-antara perasaan atau peringkat.
Melihat Ke Arah Yang Lain by Khalifabismasanjaya
44 parts Complete
Membaca ke-44 narasi di buku ini, seperti menemukan suatu-meminjam istilah penyair Roestam Effendi-"percikan permenungan" dari keadaan (f)aktual sekitar kita. Tanggapan yang dikemukakan, kebanyakan menyangkut gejala perilaku kita bersama yang ia "pinjam-ulang" dan lalu dikembalikan ke pembaca secara halus untuk menyampaikan satu pesan utama: jadilah orang baik dan muliakan kebaikan. Simak buku ini baik-baik! Prof. Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto, MSIE., MSCE. Guru Besar SBM ITB Bandung/ Professor of Decision Analysis Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia ke 10 --- Kehadiran buku berjudul Melihat Ke Arah Yang Lain akan menjadi salah satu bahan bacaan yang dapat membentuk pribadi manusia. Setiap bab mempunyai muatan karakter untuk dicerna dan diamalkan dalam pembinaan kepribadian Manusia. Prof. Dr. SUNARDI, M.Sc. Guru Besar UNS Solo ----- Buku ini lain daripada yang lain (khas) (yang pernah saya baca). Cerita ringan tetapi bernilai tinggi, dapat terjadi pada semua orang. Prof. Dr. Ir. Djoko Purnomo, M.P. Guru Besar UNS Solo --- Peringatan, nasihat, pitutur, tidak akan lagi mempan di telinganya bahkan akan menyulut kemarahan. Namun seringkali orang tersadar dengan membaca cerita bijak, kisah nyata, analogi seperti yang tertera dalam buku "Melihat Ke Arah yang Lain" yang ada di pangkuan anda ini. Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono, M.ENG Dosen SBM ITB Bandung --- Pembaca akan diajak untuk mengetahui realita yang ada di masyarakat sekitar dengan menggunakan bahasa yang tidak rumit. Selamat mendapatkan sudut pandang yang lain tentang kehidupan melalui buku ini. Dr. Ubaidillah Zuhdi , S.T., M.ENG., MSM Dosen SBM ITB Bandung ---- Buku yang menarik, ringan tapi mengena di hati pembacanya. Bahasanya santun dan membuat pembaca betah untuk meneruskan membaca kisah-kisah yang ada dalam buku "melihat kearah yang lain", terselip hikmah yang dalam untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang yang lain. Yulia Monita, SH.MH. Dosen Universitas Jambi
Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula by Irwansight
51 parts Complete
Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.
Satu semester seribu kenangan by nessaluvvvV
13 parts Complete
APAA??MURID BARUU??BACALAH BAB 1 -BAB 10 UNTUK MELIHAT KELUCUAN MEREKAA,HANYA ADA DI MANA????HANYA ADA DII NESSAAA. SEMOGAA SUKAA YAA SAMA CERITAA YANG ALURNYA GAJEE GNIII Di sebuah SD ternama, tujuh siswa dengan latar belakang berbeda-beda dipertemukan dalam satu kelas di semester terakhir mereka. Mereka adalah Naya, gadis pendiam yang pandai dalam seni; Rama, ketua kelas yang pintar bermain basket; Citra, siswi baru yang sangat ceria.Fina, gadis ceria yang menyimpan rahasia keluarga; dan Arga, anak yang dikenal sebagai murid yang pintar dalam bermain basket,Vaya,murid yang membuat terjadinya geng smart,danu,murid yang datang secara tiba tiba untuk bermain bersama geng smart Meski awalnya tidak terlalu akrab, satu kejadian di awal semester mengubah dinamika mereka. Sebuah tugas kelompok yang mengharuskan mereka bekerja sama membuat mereka mulai saling mengenal. Seiring berjalannya waktu, mereka menghadapi berbagai tantangan: dari masalah pribadi, konflik persahabatan, hingga tekanan akademis. Namun, semester ini bukan hanya tentang tugas sekolah dan ujian .Bagi mereka, ini adalah perjalanan emosional yang penuh dengan tawa, air mata, perselisihan, dan rekonsiliasi. Dari momen-momen kecil seperti berbagi bekal di kantin hingga kejadian besar yang menguji persahabatan mereka, setiap hari di sekolah menjadi kenangan yang tak terlupakan. Di akhir semester, mereka menyadari bahwa waktu yang mereka habiskan bersama bukan sekadar tentang nilai-nilai pelajaran, tetapi tentang pelajaran hidup yang akan mereka bawa ke masa depan. Satu semester ini mengajarkan mereka tentang arti sebenarnya dari persahabatan, dan keberanian untuk menghadapi masa depan.
You may also like
Slide 1 of 10
THE PREMIUM CLASS ( ON GOING ) cover
BAD Kepala Sekolah  cover
𝑲𝒂𝒌𝒖𝒄𝒉𝒐 𝒙 𝑰𝒛�𝒂𝒏𝒂 [𝐁𝐎𝐍𝐓𝐄𝐍 𝐄𝐑𝐀] cover
Dharma Sang Widya cover
  || Kaifang || cover
ꏂ꒒ꍌ꒐꓄{𝓰𝓮𝓵𝓲} cover
Ferrell Harland Natio  cover
Melihat Ke Arah Yang Lain cover
Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula cover
Satu semester seribu kenangan cover

THE PREMIUM CLASS ( ON GOING )

5 parts Ongoing

Di Antara Cinta dan Peringkat Di tengah gemuruh masa remaja yang penuh ambisi dan asa, ada satu pertanyaan yang diam-diam menggelayut di benak banyak siswa: Bagaimana mungkin seseorang menemukan cinta... ...di tengah kobaran kompetisi yang tak pernah padam? Sekolah Garuda bukanlah tempat biasa. Ia berdiri megah, menjulang seperti kastel pendidikan di tengah kota. Terkenal sebagai sekolah paling bergengsi di seluruh negeri, namanya menggema seperti nyanyian kemenangan setiap kali sebuah olimpiade berakhir. Setiap tahunnya, ribuan siswa berlomba-lomba mendaftarkan diri. Namun hanya segelintir yang berhasil melangkah melewati gerbangnya. Mereka yang diterima bukan hanya cerdas-mereka adalah yang terbaik dari yang terbaik. Anak-anak dengan nilai A+ dalam segala bidang: dari kebugaran jasmani hingga kecerdasan akademik. Matematika, IPA, Bahasa Inggris-mereka juaranya. Dan ketika mereka masuk, perjuangan baru dimulai. Sistem pendidikan di Sekolah Garuda tidak mengenal ampun. Efisien, terstruktur, dan nyaris sempurna. Tiada satu pun siswa yang gagal, bukan karena semuanya hebat, tetapi karena sistemnya hanya menerima yang mampu bertahan. Setiap kelas terdiri dari 20 siswa. Tidak lebih. Tidak kurang. Namun ada satu kelas yang tak seperti lainnya-kelas premium. Isinya adalah para jenius. Siswa-siswa dengan catatan akademik luar biasa, yang tidak hanya belajar, tapi mencetak sejarah. Dan di sinilah aturan paling tajam diberlakukan: Jika siswa peringkat 20 di kelas premium memiliki nilai lebih rendah dari siswa peringkat 1 di kelas bawah, maka pertukaran dilakukan. Tanpa negosiasi. Tanpa belas kasihan. Peringkat 20 akan turun, digantikan oleh sang juara dari bawah. Itulah dunia Sekolah Garuda. Tempat di mana cinta bisa tumbuh, tapi hanya jika kau cukup kuat untuk bertahan dari arus nilai, ambisi, dan pengguguran sistematis. Tempat di mana hati harus memilih-antara perasaan atau peringkat.