Kalopsia

Kalopsia

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 17, 2022
Jeisa Kamelia, perempuan yang menganggap diri nya adalah hal yang tak pantas untuk dilahirkan. Orang tua nya memang masih bersama dalam ikatan pernikahan. Namun, pernikahan yang didasari dengan perjodohan memang sulit untuk dipertahankan. Ia terpaksa dilahirkan karena suatu keturunan keluarga. Didalam hari-hari nya ia akan di suguhkan dengan senyuman palsu dari orang tua nya sendiri, huh, yang ia tahu orang tua nya ini sama-sama memiliki hubungan gelap dengan orang lain. "Jangan pura-pura dan bertahan dalam hal yang sama sekali mamah tidak inginkan" Kepalsuan yang semua Jeisa saksikan ialah kebohongan. Tapi lagi dan lagi ia bahagia karena Daffa-Hidden Daffari-teman kecil beserta kakak bagi Jeisa. Untuk Daffa terimakasih, karena disemua hari-hari itu seperti hujan tanpa petir.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KALANA
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • catatan kecil nea
  • Happiness together
  • My Husband Is Protective [End]
  • Ruang & Waktu
  • 23.00 [SELESAI]
  • Surat tak berbalas
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Dear My Kapten (2025)
KALANA

"Dokter anak tapi tak kunjung punya anak, apalagi usia yang sudah menginjak angka tiga puluhan, mungkin takdirmu hanya sebagai penyelamat bukan sebagai seorang yang menimang." "Gelarmu boleh indah di belakang nama, tapi sayang gelar tertinggi sebagai seorang wanita yang di panggil Ibunda tidak bisa kamu rasakan." Kalimat tersebut seringkali di lontarkan untuk Alana Kalingga Dharmawan, seorang Pediatric istri seorang Mayor Kalingga Dharmawan yang hingga sekarang belum di karuniai buah hati, sakit hati? Jangan di tanya, tentu saja menyakitkan mendengar cemoohan orang tentang dia yang tidak sempurna menjadi seorang wanita. Tapi siapa yang meminta duka, Alana pun tidak ingin kehilangan kedua bayinya di dalam kandungan, namun dia bisa apa? Saat takdir sudah menggariskan, tidak peduli siapa dirinya, tidak peduli siapa suaminya, semuanya tidak bisa menolak. Bukan hanya dunia yang menghakimi Alana, Kalingga, seorang yang seharusnya menjadi penopang rapuhnya Aruna pun melakukan hal yang sama, keduanya berduka hingga jarak lebar terbentang dalam pernikahan yang lambat laun terasa hambar dan tidak ada artinya. Pernikahan indah yang di bangun berdasarkan perjodohan dan di perkuat dengan hadirnya buah hati yang membawa cinta kembali redup setelah dua kali Alana keguguran. Semuanya semakin menjadi, jarak dan batas yang semakin tercipta saat hadirnya cinta masalalu yang membawa bayang kesempurnaan di hidup Kalingga. KALANA, kisah Kalingga dan Alana yang harus berakhir atau memulai semuanya dari awal kembali?

More details
WpActionLinkContent Guidelines