Mari bertemu di Ujung Jalan

Mari bertemu di Ujung Jalan

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 15, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Aku ingin memberitahumu bahwa Aku pernah menjadi orang terbahagia di muka bumi, namun rasanya semesta selalu tidak berpihak kepadaku. Perasaan itu hanya tinggal sebentar lalu sekejap hilang tersapu angin. Apakah boleh bila aku berkata bahwa Takdir itu Tak Adil? Apakah aku boleh egois hanya untuk sesaat, meminta sedikit bagian bahagia untuk penggalan kisah hidupku? Masih banyak pertanyaan yang mengambang dibenakku namun kuputuskan untuk kukubur dalam-dalam karena kuyakin jawaban-jawaban itu tidak akan pernah datang. Namun, Ada satu hal yang perlu kamu tahu, Aku sangat berterimakasih kepada Semesta dan seisinya karena telah mendatangkanmu kedalam hidupku. Kamu menuliskan barisan-barisan aksara indah dalam paragraf ceritaku, Percayalah, Tak ada yang lebih menyenangkan daripada kehadiranmu dalam hidupku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IF YOU
  • Senja Tanpa Jingga
  • I'm okay (END)
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Let Me Love You Longer
  • Bara & Tara
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Nayara [ TERBIT ]
  •  ANATHA
IF YOU

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali

More details
WpActionLinkContent Guidelines