Ketika Langit Berbicara

Ketika Langit Berbicara

  • WpView
    LECTURES 76
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., mars 3, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Angkasa, sosok laki-laki yang tidak diberi waktu untuk menemani orang-orang yang ia sayangi sampai detik waktu kehidupannya. Dunia yang selalu ia rasa kejam bertubi-tubi menghantam dirinya dengan kabar buruk yang ia alami, tetapi semua itu terasa janggal. Ia selalu saja di tinggalkan oleh orang yang ia sayangi. Dunianya yang gelap seketika berubah menjadi lebih terang. Sosok wanita datang dengan segala sesuatu hal yang Angkasa sendiri tidak pernah tahu, ia datang seperti kepingan puzzle yang telah dicari-cari oleh Angkasa. "Sekarang mungkin sudah waktunya. Aku akan merangkul semua masalah yang selalu hinggap di bahu mu, Mas. Cinta itu berbagi, dan aku mau berbagi dengan mu." Bahu nya yang kecil berucap seolah-olah sanggup berbagi masalah dengan bahu Angkasa yang telah terasa berat sejak lama. Ia Langit Ayu, semua tentangnya indah dan bermakna. Langit datang ketika perasaanya rapuh dan lumpuh. Lalu bagaimana Angkasa bersikap pada Langit yang sepertinya salah satu peran penting dalam hidupnya.
Tous Droits Réservés
#123
vespa
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Cahaya Untuk Angkasa✅
  • Untuk Angkasa
  • Ruang Singgah
  • ANGKASA
  • AGATSA ( Cinta Si Gadis Bar-Bar)
  • AYANA' [END]
  • [✅]Angkasa Untuk Sahara-Jihoon
  • Horibble Woman (END)
  • Angkasa Membenci Hujan (Masih Lengkap-END)

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu