"Di sini tidak ada pengacau, Zora. yang ada hanya orang-orang yang sedang kehilangan arah dan kebetulan bertemu dengan jalan buntu. Dan jalan buntu kamu... disini". _Zaydan Abyaz Pradipta_ Zora Valerius Arkana tidak pernah membayangkan hidupnya yang penuh adrenalin di sirkuit balap liar harus berakhir tragis di balik tembok tinggi Pesantren Al-Ikhlas. Bagi Zora, pesantren bukan tempat untuk bertobat, melainkan penjara suci yang membunuh kebebasannya. Namun, ia tidak punya pilihan. Sang Ayah sudah memberikan ultimatum: Menetap di sana, atau kehilangan segalanya-termasuk motor kesayangannya. Di sana, ia harus berhadapan dengan Zaydan Abyaz Pradipta. Sosok Gus muda yang dingin, kaku, dan punya sejuta aturan yang menyesakkan dada. Zaydan adalah kutub utara yang tenang, sementara Zora adalah api yang siap membakar apa saja. Zaydan ditugaskan untuk 'menjinakkan' sayap liar Zora. Namun, di balik sikap dinginnya, Zaydan menyimpan rahasia tentang alasan mengapa ia begitu gigih menjaga Zora. Apakah Zora akan benar-benar menemukan "jalan pulang" di tempat ini? Ataukah ia justru akan membawa kekacauan baru ke dalam hidup tenang sang Gus?
More details