JAGAD RAYA

JAGAD RAYA

  • WpView
    Reads 721
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 2, 2025
Jagad kini sudah melenceng sangat jauh dari aturan-aturan Papanya, seharusnya Jagad hanya boleh memegang buku tebal, bukan Vape atau rokok, seharusnya Jagad hanya boleh meminum susu, bukan orang tua dan kawan-kawannya, seharusnya Jagad hanya boleh duduk di kursi belajar kamarnya, bukan di kursi tempat nongkrong seperti café atau semacamnya. Selama itu, Jagad memang menerapkan sistem tersebut. Tapi, setelah memasuki dunia perkuliahan, dunia yang bebas tanpa aturan sang Papa membuat Jagad benar-benar sudah salah arah. Jika Jagad menjadi pemberontakan, maka semua itu karena Papanya, dan jika Papanya menjadi sosok yang keras, maka semua itu karena anak-anaknya. Jagad punya alasan untuk memberontak. Tapi, Papanya punya alasan untuk mengekang anak-anaknya.
All Rights Reserved
#17
jungkooklokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kue Manis & Rasa Pahit | Hyuckna
  • YOUNG DADDY || JAKE SIM
  • [✔] BROTHER-NCT
  • Fake Nerd Girl [END]
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • BABYSITTER | JAEWOO
  • Perihal Sandwich(End)
  • Karakter Sampingan (Haechan)
  • Are You Really My Daddy? [✔]
  • MY MAFIA! (revision)

Haechan > Harsa Jaemin > Dikara Dikara cuma seorang penjaga toko. Takdirnya nggak semulus orang lain. Dia dituntut dewasa lebih cepat demi adik-adiknya, dan diminta mengalah terus-menerus demi kakak-kakaknya. Jadi bagian dari sandwich generation bukan hal yang mudah. Setiap hari, ada saja konflik, baik di rumah, maupun di tempat kerja, yang entah kenapa selalu berakhir di pundaknya. Yang Dikara inginkan sederhana, Sedikit ruang untuk bernapas. Menikmati sisa gaji yang pas-pasan untuk secangkir kopi di pinggir jalan, atau membeli kue manis yang dulu cuma bisa ia lihat dari balik etalase. Tapi hidup tak pernah benar-benar memberi jeda. Ekonomi keluarganya yang timpang membuat Dikara jadi seperti aset, dipakai untuk membayar semua biaya hidup masa lalu yang bukan salahnya. Sampai suatu hari, takdir sebagai kasir mempertemukannya dengan Harsa, seseorang yang sejak kecil punya segalanya, yang hidupnya tampak mudah dan nyaris tanpa luka. Namun justru Harsa lah yang menolak semua privilege-nya. Ia memilih kebebasan dengan cara yang tak biasa, dan perlahan, tanpa sadar, menarik Dikara masuk ke dalam labirin miliknya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines