Pernikahan yang selalu diimpikan setiap wanita, kini hanya tinggal hayalan saja.
Impianku untuk membangun istana bersamanya kini pupus, aku terpaksa harus menelan pil pahit menerima kenyataan kalau berpisah adalah jalan terbaik.
Andai saja waktu bisa kuputar, tidak akan kubiarkan ini semua terjadi. Isak tangis ku semakin terasa, saat kupandangi seisi kamar penuh dengan undangan, souvenir, dan barang seserahan.
All Rights Reserved