We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Delusi
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 27, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
*Catatan kecilku. "Gimana rasanya hidup tenang? Isi kepalaku sangat berisik, jiwaku seakan sudah mati, obat antidepresan yang ku telan terus menerus sudah seperti permen dimulutku. Apakah aku hidup di dunia ini benar-benar hina? Aku sendirian di dunia ini. Yah, benar-benar sendirian. Terima kasih untuk kalian yang sudah memberiku semangat walau itu semua hanya semu..." -A.t/1997/ ... "Kamu sakit." Kata Psikiater itu menatapku sedih. Aku tahu apa yang psikiater itu maksud. Kepalaku yang tertunduk langsung terangkat perlahan dan menatap psikiater itu sambil tersenyum. Psikiater itu semakin sedih melihatku, ia sepertinya tidak tahu mau berbicara apa lagi. "Aku akan memberikanmu banyak kanvas, namun berjanjilah untuk tidak melukis di tangan indahmu itu" lelaki berjas putih itu keluar dari ruangan dan meninggalkanku sendirian. Aku diam sejenak lalu tertawa keras, seakan-akan kepedihanku mulai meluap dan tak terbendung, aku terus tertawa sampai akhirnya air mataku keluar tanpaku sadari "kamu miris sekali" kataku pada diriku sendiri.
All Rights Reserved
#65
delusi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • psychologycal
  • (TIDAK DILANJUTKAN!) Yellow Daylily
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • Breathe
  • HELP! (END).
  • Paradise
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Become an Extra or Main Character [END]

Kisah seorang pemuda yg tidak bisa di bilang sakit tidak jg bisa di bilang sehat, wajah tampan tak menjamin mental yg baik dia lebih suka diam dalam kesunyian, karena pada titik tertentu dia lelah menjadi orang yg tau segalanya, namun tak biasa mengehentikan masalah yg ada. Aku hanya seorang psikolog muda dan dia adalah salah satu pasien ku, namun aku mencintainya dan tak perduli melanggar aturan aku tetap mencintainya, di mana aturan itu tertulis jelas untuk tidak menaruh perasaan lebih pada pasien mu, namun aku tak bisa matanya yang indah namun kehilangan cahaya harapan nya, membuat aku ingin menjadi orang yg mengembalikan cahaya itu menghidupkan kembali jiwa itu, di mulai dengan cinta di hati _ Gulf Kanawut. Cerita ini aku buat melalui pengalaman aku sendiri dan kadang apa yg kalian lihat tidak lah sama dengan kenyataan yg ada, oleh gak usah lama lam kita langsung cuss aja ke ceritanya 😘😘😘😘👉👉👉👉.

More details
WpActionLinkContent Guidelines