Ailyn
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 24, 2022
Ailyn || Bayangan yang Tak Kunjung Pergi ______________________________ "Daniel-" ------- "Cita-cita gue jadi pilot" --------------------- "Jodoh ngga akan kemana dek" --------------------------- "Lucu banget sii, siapa namanya?" ----------------------------- Haruskah semesta se bercanda ini? Membelenggu seorang perempuan yang bahkan masih berada ditahap menuju kedewasaan dalam bayang-bayang masalalu, dengan selalu mendatangkan seseorang yang mirip dengan orang yang tidak pernah ada dihidupnya. Tidak kah itu terlalu kejam? Dia percaya tidak ada yang namanya kebetulan didunia ini, semua sudah ada garis takdirnya masing-masing. Namun, mengapa garis takdir-nya seperti ini? Bukan, bukan dia tidak bersyukur, dia selalu bersyukur tapi bolehkah dia mengeluh atas apa yang semesta perbuat pada dirinya?
All Rights Reserved
#82
angkasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Rahasia Kita [END]
  • My Ice Prince
  • AYANA' [END]
  • KALA BIRU DEWATA
  • Between Love And Ideals (TELAH TERBIT)
  • Asa Di Putih Biru (END)

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines