KAMU JODOHKU (on going)

KAMU JODOHKU (on going)

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 4, 2022
"oke iya-iya sabardong ini tali sepatu lepas kamu duluan aja nanti aku susul"kataku sambil jongkok. "oke gue tunggu lo cepett".ucapnya smbil lari ke penjual eskrim. Saat aku selesai berdiri dan mau lari menyusul sahabatku. seorang cowok ada dihadapanku sambil memberi sapu tangan yang jatuh dari tas ku "Nih,.."cowok itu membuka suaranya dan menatapku "oke terimakasih mas..?" kataku embel-embel panggil mas " Irwan."singkat dia aku mengangguk mengerti dan dia langsung pergi dari hadapan ku "ishh dingin bgt tuh org,aku sumpahin gak ada orang yang mau jadi istrinya,tapi untung ganteng masi kriteria jadi calon suami ku"kesalku pada si Irwan "Ohiya aku jadi lupa nyusul si Mei".sambil tepuk jidat ( JIKA ADA KESAMAAN NAMA ATAU KATA MAAF KARENA TIDAK ADA NIATAN UNTUK MENJIPLAK ATAU MENGCOPY PASTE). dan satu lagi ini karya pertama aku guyss mohon dimaklumi dan dimaafkan kalau ada kesalahan kata/kalimat. Ikuti kelanjutan kisah cintaku bersama mas irwan ygy🙏🏻🙏🏻 start:21 Mei 2022 finish:-
All Rights Reserved
#281
cintaku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sailing With You [END]
  • You're My Alhamdulillah
  • ALVINO • HIATUS
  • Di Jodohin [ Lee Jeno ]
  • ARGA [TAMAT]
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • Tentang Kita (ON GOING)

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

More details
WpActionLinkContent Guidelines