Kromulen (cromulent)

Kromulen (cromulent)

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 24, 2025
WpInfo
Fiction
Horror
Desa itu terlampau tenang, seorang nenek hidup bersama 3 anaknya dalam keseharian yang tampak biasa. Tapi sesuatu terasa tidak wajar, seolah waktu di sana enggan bergerak. saat Nayla, Deka, Fajri dan kawan-kawan tiba, hal aneh mulai terjadi. Bayangan tak dikenal muncul, suara dari balik dinding, dan para warga desa yang terus mengulang-ngulang kebiasaan..... seperti tak pernah sadar ada sesuatu yang hilang. ada cerita yang tak diceritakan... dan ada seseorang yang seharusnya sudah lama tiada. Tapi kenapa semua orang bertingkah seolah tak terjadi apa-apa?
All Rights Reserved
#95
hantu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • Evanescent
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • 7 Malam Setelah Nenek Meninggal (TAMAT)
  • Midnight Rules (HARQEEL AU)
  • 30 day's
  • TOKO KUE LULA
  • Mantra Penghancur Moral
  • Desa Terkutuk|| SUDAH TERBIT
  • Rumah Dan Teman? [END]

Mereka bilang, jangan pernah main ke hutan itu saat matahari mulai turun. Bukan karena hewan buas. Bukan juga karena tersesat. Tapi karena... tak semua yang berdiam di sana adalah manusia. Di balik pepohonan yang menjulang dan semak berduri, ada satu rumah kosong. Sudah lama tak ditinggali, katanya. Tapi kadang- lampunya menyala. Tirai bergerak. Dan suara tawa terdengar di malam hari. Warga desa memilih bungkam. Anak-anak yang bertanya dibungkam dengan dongeng-dongeng: "Rumah itu milik orang kaya yang pindah ke luar negeri." "Sudah tak ada apa-apa di sana." "Jangan percaya cerita aneh-aneh." Tapi wajah mereka selalu tegang saat menyebutnya. Dan tak ada satu pun yang berani menjejakkan kaki ke tanah itu. Sampai akhirnya, pada suatu sore, Tujuh anak muda tertawa di antara rerimbun hutan, memainkan petak umpet tanpa tahu batas. Langit mulai redup. Angin berubah dingin. Dan salah satu dari mereka... menghilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines