Shiina dan Bunga Terompet

Shiina dan Bunga Terompet

  • WpView
    LECTURES 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., mai 24, 2022
WpInfo
Histoires vraies
Mulutnya terasa kaku. Shiina sudah terlalu lama dalam kesendirian, tidak mengobrol, kadang ia tergagap saat berbicara. Shiina hanya ingin hidup sederhana, tenang. Tetapi dunia selalu menghakiminya. Shiina selalu sendirian. (Cerita ini berisi penggalan keluh kesah dari kehidupan seorang gadis 23 tahun dan segala trauma yang ia miliki. Cerita ini dibuat sebagai wadah satu-satunya ia berbicara kepada dunia tentang dirinya, fikirannya dan perasaannya. Tanpa perlu penghakiman dari orang lain.)
Tous Droits Réservés
#4
loveandhate
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Narasi patah hati
  • Skies dër Heksa
  • Meneroka Jiwa
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • Puzzle Life
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • Luka yang sama
  • Tertinggal

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu