Bagi Rajendra Delva Alvaros, Azzura Maureen adalah gangguan yang seharusnya tidak pernah ada. Sejak hari pertama, ia sudah memutuskan satu hal sederhana yaitu membuat gadis asal Jakarta itu tidak betah dan pergi dari Bandung secepat mungkin. Namun semakin ia mencoba menekan, semakin ia sadar bahwa pandangannya selalu kembali pada Zura, seolah ada sesuatu yang diam-diam menariknya masuk lebih dalam. Bukan lagi sekadar rasa benci, melainkan sesuatu yang jauh lebih berbahaya, sebuah dorongan yang perlahan berubah menjadi obsesi untuk menjaga, bahkan saat ia sendiri belum memahami alasannya.
Di balik perang dingin yang terus memanas di antara mereka, badai yang lebih besar diam-diam mulai bergerak. Kasus pelecehan terhadap Naysela bukan sekadar berita viral yang akan hilang ditelan waktu. Ada sesuatu yang tersembunyi di baliknya, jejak yang tidak terlihat jelas, tetapi cukup kuat untuk menimbulkan pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Semakin dalam kebenaran itu dicari, semakin terasa bahwa ada sesuatu dari masa lalu yang belum benar-benar selesai.
Saat kecurigaan mulai mengarah pada Delvaros, nama yang selama ini mereka bangun dengan darah dan loyalitas terancam runtuh dalam sekejap. Pihak sekolah dan kepolisian mulai menekan, memaksa Alva berdiri di persimpangan yang tidak pernah ia inginkan. Ia bisa tetap menjalankan rencananya untuk menghancurkan Zura, atau justru menerima kenyataan bahwa gadis itu mungkin satu-satunya kunci untuk membuka apa yang selama ini tersembunyi dan menyelamatkan segalanya sebelum terlambat.
Di dunia yang dipenuhi intimidasi, rahasia, dan deru mesin yang tak pernah benar-benar sunyi, batas antara musuh dan sekutu mulai kabur. Dan ketika kebenaran akhirnya muncul ke permukaan, yang tersisa bukan hanya luka, tetapi juga pilihan yang tidak bisa lagi dihindari.
"Aku ingin kamu pergi, tapi aku tidak bisa membiarkanmu hilang."
All Rights Reserved