Razelya

Razelya

  • WpView
    Reads 359
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 6, 2022
Hidup memang tidak selamanya tentang kebahagiaan, ada masanya kita merasa sangat terpuruk, tapi mengapa Azel tidak pernah merasakan kebahagiaan. Apa arti kebahagiaan bagi hidupnya?, bagi Azel dunia ini begitu kejam dan tidak Adil. Semesta memiliki banyak kejutan untuk seorang azel, hal yang tidak di sangka sangka menerpa hidup nya titik puncaknya saat ia bertemu seorang laki laki. lalu suatu hari sebuah fakta terkuak dan membuat mereka berdua menjadi dekat. Tapi kemudian sebuah kesalah pahaman terjadi diantara keduanya menyebabkan hubungan mereka retak dan hal yang tidak disangka pun terjadi. "Lo maunya gue harus gimana biar lo seneng, masih belum cukup juga bikin gue trauma dan hidup dalam ketakutan?" "Cih si nyari simpati jijik gue liatnya" "Kalo lo gak bisa ngebahagiain, setidaknya jangan nyakitin" Ditambah masalah yang terus datang setiap hari, akan kah Azel bertahan dengan keadaan ini?
All Rights Reserved
#5
azel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Game of Hearts [REVISI]
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Endless [END]
  • Mencari Cinta Sejati (END)
  • Enemies in Flames
  • Semesta dan Lukanya [TERBIT]
  • Not Always Alone (Sudah Terbit)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Let The Wounds Fade ( TAHAP REVISI)

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines