Ameera[Hiatus]

Ameera[Hiatus]

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 29, 2022
CTAAAR!!!! CTAAAR!!!! "JAWAB MEERA,BENAR KAMU NGEJALANG?"bentak Ersan emosi. Memberanikan diri Ameera menjawab sambil sesunggukan. "T-ttidak pah,hiks Ameera t-ttidak n-nngjal-llang hiks"jawab Ameera sesunggukan. "TERUS KAMU DARI MANA AMEERA???PULANG LARUT SEPERTI INI,BAGAIMANA JIKA ADA YANG MELIHAT KAMU TURUN DARI MOBIL DENGAN PRIA YANG MENYETIR???KAMU PIKIR SAYA TIDAK MELIHAT HAH"bentak Ersan lebih kencang,dan kembali mencambuk Ameera. Ameera yang mendengar bentakan papahnya terkejut,berarti papahnya melihat dia turun dari mobil tadi,tidak ini salah paham,ingin memberi tahu tetapi mulutnya seperti di kunci. CTAAAR!!!! CTAAAR!!!! Ameera hanya meringis sakit,luka lamanya yang belum sembuh kembali terluka karna cambukan dari papahnya itu. "ANAK PEMBAWA SIAL,AAARGH SEMUA FASILITAS YANG SAYA KASIH AKAN SAYA AMBIL"ucap Ersan dengan di tekankan di bagian akhir. Ameera yang mendengar ucapan papahnya hanya menangis,dia sedang menekan rasa sakit di hatinya yang kembali saat papahnya menyebutkan 'anak pembawa sial'. "Kamu itu beruntung Ameera masih di izinkan oleh saya untuk tinggal di rumah ini,itu karna istri saya yang memintanya"ucap rendah Ersan namun menusuk,setelah mengatakan itu Ersan keluar dari kamar Ameera. deg... "ada seperti tidak ada!! pernyataan atau pertanyaan tentang itu,sama saja jawabannya." Ameera si gadis periang dan humoris,ah tidak itu hanya topengnya saja,dia gadis dengan penuh luka,tetapi dia merasa tidak seharusnya itu dia rasakan karna masih di beri kesempatan,kesempatan atau hanya keberuntungan entahlah. -belajar mengontrol emosi itu penting- _Ameera_ #mohon maaf mengandung kata kasar🙏🙏 HALLO GAES INI CERITA PERTAMA AKU,JADI TOLONG MAKLUMI KALAU TYPINGNYA AMBURADUL🙏🖤 start:23 mei 2022 finish:- cover by:pinterest SELAMAT MEMBACA💕💕
All Rights Reserved
#596
anaksekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Elara
  • Broken Home [End]✓
  • Rintik Hujan
  • SARAH STORY
  • DELIA & WISNU [Completed]
  • MY BELOVED STEPBROTHER √proses√
  • My Love Zayden
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • DEAR MR.COLD

"Lingkungan ini sungguh toxic, Sya. Padahal ini SMP impian ku." -Elara Lovelya Evanzha- "Aku bakal terus nemenin kamu dan aku gak mau, El. Lihat kamu punya banyak trauma bullying karena aku tahu rasanya di-bully itu gimana." -Rasya Erga Arsyaka- Cerita ini asli karangan author, jika ada kesamaan itu ketidaksengajaan dan tidak bermaksud melanggar hak cipta. Dan plagiat silahkan pergi jauh ❗⚠️ Mohon maaf karena cerita ini sedikit disertai dengan Bahasa Jawa, dan juga ada kata-kata yang kasar, mohon pengertiannya. °°° Semua orang merasa bahagia ketika ia diterima di salah satu sekolah impian, akan tetapi itu menjadi hal yang berbalik bagi seorang gadis berambut kepang yang bernama Elara. Dia sama sekali tidak merasakan kebahagiaan apapun saat dia diterima di SMP impiannya, malah yang ia rasakan hanya sebuah kesengsaraan, kebohongan, penyiksaan, bahkan masa putih biru bagi Elara adalah jebakan neraka. Namun, itu berubah setidaknya 40% saat ia bertemu dengan seorang laki-laki tampan yang bernama Rasya, awalnya Elara tidak menyangka jika Rasya selalu baik dan menolongnya walaupun Rasya dikenal begitu cuek dan dingin, bahkan Rasya sering membela Elara saat gadis itu mengalami perundungan. Akankah Rasya bisa membuat Elara bertahan di dalam lingkungan penuh pembullyan yang tidak kenal ampun? °°° Semoga kalian enjoy dengan cerita ini and jangan lupa tinggalkan jejak seperti vote dan komen. Dan hargai penulis dengan cara tidak menjiplak karya nya. Start: 28-9-2024 Finish: - Note: Seluruh chapter sedang direvisi dan sebagian chapter alurnya akan diubah, jadi mohon dimaklumi jika kalian menemukan komentar yang tidak sesuai dengan isi ⚠️.

More details
WpActionLinkContent Guidelines