Notre histoire

Notre histoire

  • WpView
    MGA BUMASA 9
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, May 22, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Ayah ku meninggal di saat usia ku yang baru tujuh tahun. dan ibu meninggalkan ku di rumah kakek dan nenek. Ibu melarang ku ikut, dan aku menurut. Aku tinggal bersama kakek dan nenek dan di rawat oleh mereka sampai umur ku empat belas tahun. Selama itu kakek dan nenek selalu mengajarkan ku supaya jadi anak yang penyabar dan mandiri. Setiap satu tahun sekali, ibu menjenguk ku di rumah kakek dan nenek. Setidaknya ibu masih peduli dan mengunjungi ku walau hanya satu kali dalam satu tahun. Terkadang aku merasa iri dengan teman-teman ku karna mereka masih memiliki kedua orang tua yang lengkap, dan terkadang juga aku berpikir, kenapa ayah meninggalkan ku secepat itu? Apa karma dia tidak sayang pada ku? Ingatan itu terus berputar dan tidak terasa sekarang usia ku akan menginjak enam belas tahun. Sebentar lagi aku juga akan lulus SMP, kemudian akan beranjak ke SMA/SMK. Saat hari kelulusan, aku di kejutkan dengan pria paruh baya, dan satu laki laki yang aku tidak kelas bersama ibu ku. Ternyata mereka yang akan menjadi keluarga baru ku. "Nah sayang, mulai sekarang dia adalah adik tiri mu. Mama harap kalian bisa tetap akur. Mama akan kerja dulu, sampai jumpa" ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ✎. Time started: 22 mei 2022
All Rights Reserved
#220
tiri
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Puisi Kegagalan
  • Rei(na) & Rei(no) [END]
  • MY HUSBAND IS CHILD [ ON GOING ]
  • Kebahagiaan Kecil Aralie. [ End ]
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • TWINS OF BAR BAR  (Air dan Ara)[TAMAT]
  • Eliinaa
  • Gheandra [END]

"Diandra, berapa umurmu sekarang ?" Aku menutup kembali gelas minumku. "23 tahun, Mas", jawabku singkat. Ruangan ini lumayan luas, masih ada beberapa pegawai yang nampak masih sibuk dengan pekerjaan mereka meskipun sekarang sudah jam pulang. Meja mas Naufal tepat berada disebelahku. Dia juga yang menjadi trainerku selama tiga hari pertamaku kerja disini, menjadi staff purchasing di perusahaan Ibuku sendiri. "Umurku 25 tahun, Di" Aku bingung mau memberi tanggapan bagaimana. "Apa aku salah kalau aku memacari perempuan kelas 2 SMA ?". Aku berhenti mengetik, kalimatnya seolah menghujam gendang telingaku. Dan untuk pertama kali dalam tiga hari ini aku menatap wajahnya. "Dia seolah malu dengan statusnya sebagai pacarku" Mas Naufal mengusap dahinya lalu mengacak rambutnya sendiri. Aku kembali menatap layar laptopku. Berlagak seolah aku biasa saja dengan ceritanya. Angka angka dalam neraca yang tengah aku kerjakan mendadak memudar. Berganti menjadi kepingan kepingan dari memori lampau. 7 tahun yang lalu...

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman