Story cover for Refleksi by BeautyJulyets
Refleksi
  • WpView
    Reads 260
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 260
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published May 22, 2022
"Okay kalau mau begitu, terserah. Jujur aku males ngurusin ini terlalu jauh. Ga penting buat masa depan aku juga nantinya". 

"Harusnya kamu yang sadar diri, bukannya ngehindar kayak gini. Harusnya kamu juga ngertiin aku. Bukannya malah marah balik!"

"Ngertiin kamu? hahaha pertanyaan yang udah klasik!"
"Hati kamu tuh udah item. Hati kamu tuh batu. Untuk ngejelasin seberapa seringnya aku ngertiin kamu tuh nggak akan pernah mempan di kamu!"

...
Seperti itu, tidak pernah berhenti. Perdebatan menyedihkan yang selalu berakhir 'hinaan' bagi diriku. Bukan ini yang aku mau. Bukan alur seperti ini yang kuinginkan. tapi dia seolah-olah tak mau kalah debat denganku. 

Aku tak tahu, aku marah, aku tertekan, aku merasa jatuh. Bahkan, aku merasa sepertinya aku dan dia gagal dalam hubungan ini. Emosi ku selalu memuncak dan aku merasa sakit hati setiap kali berdebat dengannya.

Kadang aku berpikir, apakah aku salah waktu itu? ataukah sebenarnya dia yang egois?
All Rights Reserved
Sign up to add Refleksi to your library and receive updates
or
#978life
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Hujan dan Pembencinya cover
"FAKE LOVE" [[YOONMIN]]✔ cover
No Longer Mate cover
Memories in Moon cover
Antara Pagar dan Perasaan cover
coward cover
We're destined to met, not to united. cover
Sefrekuensi {ON GOING} cover
Imaginary Boyfriend cover

Hujan dan Pembencinya

9 parts Ongoing

- "Mau bagaimanapun alasannya, pembunuh tetaplah pembunuh! Dan nyawa tetap harus dibayar dengan nyawa. Sebagai gantinya, kau harus mati untuk membayar nyawa itu!" - "Lo itu nggak dibutuhkan di dunia ini! Lo cuman bisa menyusahkan, anak sial!" ••• Seorang pemuda ber-netra sendu tersebut menundukkan kepalanya dibawah rintikan hujan yang sangat lebat menandakan ke putus asa-an yang sangat jelas bahwa ia sudah tidak sanggup lagi melanjutkan kehidupan yang dipenuhi oleh orang-orang yang membencinya. "Kenapa, Ma?" Pemuda itu menitikkan air matanya disertai suara hujan yang begitu lebat yang semakin membuat suasana menjadi memilukan. "Kenapa nggak Evan aja yang mati? Kenapa harus Mama?" Akankah seorang pemuda yang selalu dipandang salah itu kuat untuk menjalani hidupnya yang penuh dengan bebatuan? °°°°° • WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA!! • UP TERGANTUNG MOOD!! • JANGAN JADI PEMBACA GELAP!! • NO PLAGIAT!! ⬆️ INI CERITA MURNI DARI PIKIRAN SAYA SENDIRI! • REVISI SETELAH END! NB‼️ • JIKA MEMILIKI KESAMAAN JUDUL ATAU ISI CERITA, MOHON MAAF ITU HANYA KETIDAKSENGAJAAN! [ BACA ELIT, VOTE SULIT💋 ] VOTE NYA DONG KAKA CANTIII😻 KALO GA VOTE NANTI DIGIGIT BUAYA DARAT, MAU??😇👉🏻👈🏻 Rank🏆: 🥇#1 dear [13/11/24] 🥇#1 health [ 29/06/24 ] 🥈#2 health [ 30/01/24 ] 🥉#3 health [ 26/01/24 ] 🥉#3 tempramen [ 27/01/24 ]