Teduh Sejenak
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 8, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
UP SESUAI MOOD! Cover by : Pinterest (Kimell Kiaya) One story. ! Story 1821 ! Sekedar meluapkan rasa muak pada sebuah cerita bukanlah masalah kan? Terkadang, apa kamu pernah berpikir jika hidup tak sesuai harapan? Rasa sedih, kecewa, marah dan iri pada orang lain sudah menjadi hal wajar untuk seseorang yang punya hidup kelam dan suram. Bukan ini hal wajar? Bagi ia yang hidup dalam kegelapan sendirian tanpa seorang teman. Perlakuan buruk dari banyak manusia membuatnya trauma, namun ia tak bisa melawannya. Tetapi, seseorang yang datang pada dirinya membuat hidupnya menjadi lebih tenang. Pelukan hangat diberikan pada tubuh kecil rapuhnya. "Kita kan makhluk sosial, ayo saling membantu! Aku menyembuhkan trauma mu dan kamu menyembuhkan trauma ku!" - Ray Akirou "..." ...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Love In Trauma (TAMAT)
  • Untaian Aksara | Na Jaemin
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • Semu [Completed]
  • Sebuah Rasa
  • CARAKU MENDAPATKANMU
  • VANELA [On Going]
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines