Tiramissu

Tiramissu

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 29, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
~𝓣𝓲𝓻𝓪𝓷𝓲 𝓶𝓪𝓼𝓪 𝓵𝓪𝓵𝓾, 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓼𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓪𝓴𝓾 𝓻𝓲𝓷𝓭𝓾! Kisah ini bukan mengenai Tiramisu, kue keju khas Italia yang tergolong "al cucchiaio" dengan taburan bubuk kakao di atasnya. Tapi mengenai Tiramissu, alias Ara yang merindukan Tira. Ara menemukan seorang laki - laki yang namanya mirip sekali dengan Tira, yaitu Tirani, namun sikap dan karakternya sangat berbeda. Tira adalah pribadi yang lembut dan sangat pengertian, sedangkan Tirani adalah sosok penjajah yang semena - mena dalam bertindak, sesuai dengan namanya. Ya, itulah pandangan Ara pada sosok Tirani. Sialnya lagi, Ara terjebak di dalam hubungan yang rumit dengan Tirani. Ara dianggap lebih dominan dan mampu menjinakkan seorang Tirani, karena Tirani yang kerap kali menunjukkan sisi lemahnya pada Ara. " Balikin Pena Ara, Lang! Jangan ganggu Ara, dia punya Tira. " pinta cowok itu " Tira? Punya lo maksudnya? " tanya Gilang terperangah Tirani menggeleng, " Bukan, Tira, teman kecil Ara. " Lalu, bagaimana jika semuanya berubah? Bagaimana jika Tirani menunjukkan semua sisi lainnya pada Ara? Atau, bagaimana jika Ara kembali menemukan sosok Tira dalam hidupnya? Mari kita bersama - sama menjadi saksi dari perjalanan kisah Tiramissu!
All Rights Reserved
#376
kakakkelas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • Rannia√
  • ARSYA 2✔
  • Yes, That's Love
  • Aladin [SELESAI]
  • TENTANG KAU DAN HUJAN //✔
  • AURORA
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • AlAz  (end)
  • ALEXON [END]

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines