The High Class

The High Class

  • WpView
    Reads 70,011
  • WpVote
    Votes 3,738
  • WpPart
    Parts 74
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan perlindungan dari orang sekitarnya apa yang harus dia lakukan, apakah bersikap normal seperti orang-orang pada umumnya atau sebaliknya? Jika menurutmu gadis ini bisa bertahan, apa yang membuatnya bertahan di dunia yang kejam ini? Apalagi saat dia memasuki lingkungan yang sangat jauh berbeda dengannnya, apakah dia akan menghadapi semuanya sendiri atau menyerah akan hidupnya? - "If you believe there are still good people in this world even though they have to start with bad characters, you can read this story." -
All Rights Reserved
#4
completed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • FIZYA
  • Breathe
  • CLOSER
  • Pathetic 2 ✓
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • A Fractured Soul
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Become an Extra or Main Character [END]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines