ZEGAR
  • WpView
    Reads 249
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 13, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
#remaja #konflik #roman "Gar Lo tau ga si" "Hidup gua dikelilingi oleh tembok yang kokoh. Gaada seorang pun yang bisa ngehancurin tembok tersebut buat nyelamatin gue. Buat keluar dari situ" Edgar terdiam "Awalnya gue kira suatu hari nanti bakal ada yang bawa gue keluar dari angan angan buruk. Bakal ada yang ngehancurin tembok tersebut. Ternyata sekarang tembok tersebut malah jadi mustahil buat dihancurin. Udah permanen. Hidup gue kedepannya bakal sama terus sampe gue mati" "Maksud Lo sekarang udah telat seseorang buat ngehancurin tembok itu?" Tanya Edgar Zea mengangguk "Gaada yang mustahil. Gaada yang namanya telat. gua pastiin suatu saat tembok itu hancur. Mau taruhan?" Tanya Edgar "Kalo gue Menang Lo harus ngabulin Satu permintaan gue. Gitu juga sebaliknya" ujar Edgar lagi "Oke" ujar zea mengiyakan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible
  • My Husband is Antagonist Novel [END]
  • BRINCA
  • 𝑳𝑬𝑴𝑩𝑨𝑹𝑨𝑵 𝑪𝑶𝑹𝑬𝑻𝑨𝑵
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Terimakasih Kaizern

[SLOW UPDATE] Mungkin, kali ini dia hanyalah pendatang. Tapi, bagaimana jika suatu hari nanti dia lah yang menjadi penopang? ________ Cerita ini bermula ketika Ghea Andara, cewek pecinta seni yang berniat membongkar kasus kematian sahabatnya, Clara Anindita. Setelah kepindahannya dari SMA Pelita ke SMA Angkasa, membuat kehidupan Ghea semakin rumit. Terutama tentang kisah cintanya. Diluar dugaannya, orang yang selama ini ia cari ternyata bersembunyi di balik sifat baiknya. Apa yang dirasa baik, nyatanya tak sebaik apa yang dipikirnya selama ini. Mustahil kah jika siapa saja bisa menjadi pelakunya? *** "Gak mungkin dia..," lirihnya seraya membekap mulutnya tak percaya. "Tapi kalo kenyataannya seperti itu, kita gak bisa apa-apa," "Gak!" "Ini mustahil!" "Gak mungkin!" "Bagaimana bisa?!" Ia hanya bisa menatap gadis di depannya ini dengan wajah sendu. Kini, jiwa itu seolah rapuh. Seakan tak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang berhasil singgah di hatinya, ternyata adalah orang yang membuat nyawa sahabatnya melayang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines