Lara senja

Lara senja

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 14, 2022
"El!" teriak seorang pria dewasa memanggil sang adik dari lantai satu, membuat suasana rumah menjadi ramai. "Kamu ini kebiasaan teriak-teriak panggil adiknya" balas wanita 20 tahun lebih tua duduk disofa ruang tamu. Chiko berjalan kearah anggi sang ibu sambil tersenyum malu, "apa kabar sayang?" tanya hangat anggi sambil memeluk sang putra. "Baik, mam" balas chiko lalu melepaskan pelukannya. Suara hentakan kaki turun dari tangga terdengar jelas ditelinga mereka berdua, seorang wanita muda menyambut kedatangan sang kakak dengan cemberut. "Pagi-pagi udah cemberut aja neng" goda chiko. Gabriel memutarkan kedua bola matanya malas, "masih ingat rumah?" tanyanya ketus. "El" tegur anggi halus. Wanita muda masih berumur belasan tahun itu memutarkan badan malas, ingin segera kembali ke kamarnya yang ada dilantai dua. "Gabriel!" panggil chiko lembut. "Apa?" tanya sambil berbalik lagi kearah chiko. "Happy birthday!" ucapnya sambil tersenyum memberikan paper bag berisi kotak perhiasan. "Makasih, btw bakpia nya boleh dimakan?" tanya gabriel ragu. Chiko tersenyum dan mengangguk mengiyakan, el yang tidak tau diri membawa paper bag warna coklat yang berisi 12 buah kotak bakpia. Ia berlari dengan membawa paper bag ditangan kanan dan kiri, bahkan menaiki anak tangga dengan terburu-buru takut kena amarah chiko. "Bakpia nya jangan dimakan semua el!" "Kalau sampai habis, aku sumpahin kamu nggak bisa berak!" ••• "Kakak, awas ada mobil didepan!" ••• "Sayangnya gabriel, harus kehilangan ingatannya" ••• "Gabriel, mami nggak pernah larang kamu suka sama siapapun tapi minimal harus seiman!" "Apa kamu rela meninggalkan tuhan, karena mengalah demi orang yang kamu cintai nantinya?" ••• "Kalau memang kamu cintai sama dia, kenapa kamu perlu singgah ke aku dulu?" "Punya otak nggak jadi cowok!" _________________________________________ Perhatian! Cerita ini berdasarkan cerita nyata seseorang, tentunya dibumbui fiksi jadi tidak sepenuhnya.
All Rights Reserved
#32
rasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • ice bear kesayangan
  • GRIZLEN {On Going}
  • Tingkat Tiga
  • Naughty Nanny
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • SAHABATKU TEMAN HIDUPKU.
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Viona Allexa Miller

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines