Lara senja

Lara senja

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 14, 2022
"El!" teriak seorang pria dewasa memanggil sang adik dari lantai satu, membuat suasana rumah menjadi ramai. "Kamu ini kebiasaan teriak-teriak panggil adiknya" balas wanita 20 tahun lebih tua duduk disofa ruang tamu. Chiko berjalan kearah anggi sang ibu sambil tersenyum malu, "apa kabar sayang?" tanya hangat anggi sambil memeluk sang putra. "Baik, mam" balas chiko lalu melepaskan pelukannya. Suara hentakan kaki turun dari tangga terdengar jelas ditelinga mereka berdua, seorang wanita muda menyambut kedatangan sang kakak dengan cemberut. "Pagi-pagi udah cemberut aja neng" goda chiko. Gabriel memutarkan kedua bola matanya malas, "masih ingat rumah?" tanyanya ketus. "El" tegur anggi halus. Wanita muda masih berumur belasan tahun itu memutarkan badan malas, ingin segera kembali ke kamarnya yang ada dilantai dua. "Gabriel!" panggil chiko lembut. "Apa?" tanya sambil berbalik lagi kearah chiko. "Happy birthday!" ucapnya sambil tersenyum memberikan paper bag berisi kotak perhiasan. "Makasih, btw bakpia nya boleh dimakan?" tanya gabriel ragu. Chiko tersenyum dan mengangguk mengiyakan, el yang tidak tau diri membawa paper bag warna coklat yang berisi 12 buah kotak bakpia. Ia berlari dengan membawa paper bag ditangan kanan dan kiri, bahkan menaiki anak tangga dengan terburu-buru takut kena amarah chiko. "Bakpia nya jangan dimakan semua el!" "Kalau sampai habis, aku sumpahin kamu nggak bisa berak!" ••• "Kakak, awas ada mobil didepan!" ••• "Sayangnya gabriel, harus kehilangan ingatannya" ••• "Gabriel, mami nggak pernah larang kamu suka sama siapapun tapi minimal harus seiman!" "Apa kamu rela meninggalkan tuhan, karena mengalah demi orang yang kamu cintai nantinya?" ••• "Kalau memang kamu cintai sama dia, kenapa kamu perlu singgah ke aku dulu?" "Punya otak nggak jadi cowok!" _________________________________________ Perhatian! Cerita ini berdasarkan cerita nyata seseorang, tentunya dibumbui fiksi jadi tidak sepenuhnya.
All Rights Reserved
#105
gabriel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • SYAKIRA how are you?
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Naughty Nanny
  • ice bear kesayangan
  • Bad Papa
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • GRIZLEN {On Going}
  • Viona Allexa Miller
  • Forever Alone (Sudah Terbit)

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines