Morning Dream

Morning Dream

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 26, 2022
Ketika sedang sibuk memikirkan siapa lelaki ini sambil memandanginya tiba-tiba matanya terbuka dan anehnya dia tidak tampak terkejut dengan keadaanku yang sedang memandangi wajahnya sekarang. . "sudah bangun?" dengan suara serak khas orang bangun tidur dan mata yang mengerjap menghilangkan kantuk dia bertanya. Dan itu dilakukannya seperti mengatakan pada orang yang saling mengenal. . Aku tak menjawab. Aku hanya memandanginya dengan pertanyaan dalam diri yang bertambah. Dia mengenalku? Bagaimana? Dimana? Dan sejak kapan? Siapa manusia ini? . Ketika sudah sepenuhnya sadar dia duduk dari tidurnya menatapku yang tak berpaling memandangnya sedetik pun dari dia bangun. Menghadapkan tubuhnya di depanku lantas tersenyum cerah yang setelahnya memelukku erat. Aku tak mencoba melepaskan pelukannya. Aku cukup terkejut dengan tindakannya dan hanya bisa duduk kaku di pelukannya. . . Berpelukan? Aku? Dengan seorang laki-laki yang tak pernah aku kenal? Di kamar? Dengan keadaan duduk di atas ranjang? Setelah sebelumnya tidur bersama? Serius? Apakah ini nyata? ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Meant To Be
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Kinara, Penipuan Cinta
  • Cinta Datang Terlambat
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • POSITIF (END)
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • Me and My World
  • Obsessive Love Disorder ✔️

Mungkin, hanya aku wanita yang paling sial di seluruh jagat raya ini. Aku pernah di tipu mentah-mentah oleh mantan-ku selama empat tahun. Aku juga pernah diam-diam menyukai seorang Pria yang sudah bertunangan. Dan aku harus menyesal seumur hidup saat dia meninggalkanku selamanya tanpa dia tau perasaanku yang sesungguhnya. Dan lebih tragis lagi adalah aku mendapati tunanganku yang hanya beberapa hari lagi menjadi suamiku selingkuh dengan sahabatku sendiri. Dan itu bukan Cuma satu kali terjadi. Oh Tuhan. Kutukan apa yang menimpaku. Bahkan aku tidak berani mengatakan perasaanku yang sesungguhnya kepada seseorang yang hanya menganggapku sebagai Sahabat. Karena kepengecutanku ini, Aku masih menjomblo di umur dimana semua wanita sedang merencanakan pernikahan ataupun sedang menggendong, bahkan mengantar anaknya ke sekolah. TRAGIS.

More details
WpActionLinkContent Guidelines