Piano Petaka

Piano Petaka

  • WpView
    LECTURES 31
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., juin 15, 2022
WpInfo
Fiction
Mystère
#Error1 Ada sebuah rumor terkenal mengenai "7 Keanehan" di SMA Harapan. Salah satunya tentang "Piano di ruang musik." Konon di ruang musik terdapat peristiwa yang tak mengenakan dimana setiap masuk tengah malam Piano di ruang musik akan berbunyi sendiri. Dan jika ada murid baru yang mendekatinya maka mereka akan hilang tanpa Jejak. Aku tak pernah menyangka kehidupan sekolahku akan berakhir seperti ini.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Im not alone
  • If You For Me
  • Shadow School Mystery
  • DADDY [Hyuckren]
  • ASRAMA NIRMALA (Hiatus)
  • School of Broken Minds
  • Nada Yang Hilang| Enhypen (ii)
  • UMBRA
  • Haechan is ours |ᴇɴᴅ s1|

semua murid di kelas riuh berbisik-bisik dengan teman sebangku.. tampan, cool, keren berbagai pujian yang aku dengar dari mereka membuat ku menatap menerawang kearah nya... tanpa sengaja dia melihat ke arah ku membuat ku tersentak kaget dan menunduk malu karna terpergok memperhatikannya. "hemm... kamu bisa duduk disana tsubasha-kun" kata sensei Miya mempersilakan duduk setelah menemukan kursi kosong di ujung baris paling belakang dekat pintu belakang kelas , terpisah lumayan jauh dari tempat ku duduk. *NB :setiap kelas memiliki 2 pintu keluar, di depan dan belakang* Kami mengikuti pelajaran dengan serius, bel tanda istirahat pun berbunyi.. seperti biasa murid pindahan baru akan menjadi mangsa buat anak-anak di kelas ini.. dia di kerumuni hampir semua anak perempuan dan laki-laki, pertanyaan demi pertanyaan bertubi-tubi diluncurkan..aku hanya melihat dari kejauhan memandangi dia yang di kerumuni, tak lama haruka menepuk pundak ku mengajak bergabung dengan anak-anak lain.. aku pun menuruti nya namun hanya ikut berbaris mendengarkan pertanyaan dan jawaban yg diluncurkan kearah Key. Jawaban nya masih sama seperti awal perkenalan didepan kelas, begitu singkat dan seadanya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu