Istri yang tak di inginkan

Istri yang tak di inginkan

  • WpView
    Reads 118,256
  • WpVote
    Votes 2,205
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jun 16, 2024
Cerita ini mengandung banyak bawang !!! 18++ Pernikahan yang istimewa berbalut kebahagiaan, di hadiri oleh keluarga, saudara, sahabat, kerabat, dengan orang yang di cintai adalah Impian semua wanita, termasuk Alisha,, namun faktanya terbalik tidak seperti yang di impikan, dia harus menikah karena perjodohan dengan laki laki kejam, dingin, dan juga kasar. "Dasar Jalang licik !! Beraninya kau tidur di ranjangku hah ,,?!! Dengar kau tidak boleh menginjakkan kaki kotormu itu di ranjangku, pergi kau !!! Bentak Dave mattew menjambak rambut panjang alisha kemudian mendorong tubuh alisha dengan kasar. "Kenapa ,,??? Kalau kau tidak suka menikah denganku kenapa kau menerima perjodohan ini dave ?" Tanya alisha dengan berlinangan air mata. "Hehh, kau fikir aku mau menikah dengan jalang licik seperti kau hah,,? Kalau bukan karena orangtuaku yang memaksaku menikah dengan kau, aku tidak akan pernah sudi menerima perjodohan ini apalagi menikah dengan jalang licik miskin seperti kau !!!" Ucap dave tersenyum mengejek lalu mencengkram rahang alisha kuat lalu menghempaskan dengan kasar hingga tubuh alisha terhuyung ke belakang. "Tapi kau bisa menolaknya dave" ucap alisha "Kau fikir mudah menolak jika mereka mengancam tidak akan mewariskan harta kekayaannya padaku hah,,,?? Mereka mengancam kalau aku tidak mau menerima pejodohan ini maka aku tidak akan mendapatkan sepersen pun harta kekayaan mereka, dan aku tidak mau hidup miskin seperti kau !!!" Bentak dave Alisha hanya bisa menangis sesenggukan nafasnya seperti tersendat di tenggorokan terasa sesak,,. Bagaimanakah kelanjutannya,,??
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Forgive Me My Angela
  • How Do We End Us?
  • MUSHKIL PYAAR (End)
  • Janda Selalu di Depan
  • DIGNITY (Pembalasan Luka Putri Sang Jendral)
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Alinka's Story! [Completo]
  • No Cerai No Pisah!
  • SUATU HARI

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines