INFINITY

INFINITY

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 12, 2022
Althea melihat jam di tangannya berulang kali, sesekali memeriksa ruangan kerja suaminya dengan gusar. Disana, Sadam nampak tenang memeriksa laporan di-tab. Matanya seakan memindai, memilah bagian mana yang perlu diperbaiki. Meski begitu, Althea masih saja menunggu dengan sabar. Hingga dirasa dirinya bisa melihat langkah suaminya yang menjauh dari kursi kerjanya dengan tentengan 2 buku tebal ditangan kirinya, Althea melangkah cepat untuk menghentikan langkah pria itu. "Bisa dengarkan tawaranku dulu?" Sadam menghela nafasnya seakan sudah lelah dengan perkataannya wanitanya, "Aku tetap tidak setuju dengan perceraiannya." Dengan putus asa, Althea menggenggam tangan Sadam, "Baiklah, aku kalah dan menyerah. Itu kan yang ingin kau dengar? Sekarang berikan persetujuan tentang perceraiannya." "Bukan begitu, Althea. Bukan tentang yang kalah dan menang. Hubungan kita bukan kompetisi." Sedikit menekankan katanya, "Tapi kau satu-satunya orang yang membuat hubungan kita layak disebut sebagai suatu kompetisi." Semua berawal dari permainan gila yang membawa keduanya berada pada ikatan sakral bernama pernikahan. Althea sudah lelah dengan semuanya, terlebih dirinya tak mau jatuh lebih dalam akan pesona suaminya, Sadam Kalendra.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Accidental' (END)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Zaleya
  • Play Date
  • Rintik Kesedihan Dipelukan Hujan [End]
  • Aku Adalah Lukamu
  • DUGA (TERBIT)
  • Derana Duka (lengkap)

Follow dan beri vote nya! "Ekhem! Bagaimana kelanjutannya?" Tanya Reza kepada pihak keluarga Leo "Sesuai kedatangan ku kemari Reza, putraku akan bertanggung jawab," jawab Bram dengan yakin Leo terus saja mencuri pandang pada Zena yang menundukkan kepalanya, dia merasa sangat bersalah telah mengotori gadis baik itu. Jelas Leo mengetahuinya, Aldiva Zena yang selalu mengikuti olimpiade mewakili sekolahnya Zena mendongak sedikit ingin menatap Leo, calon suaminya. Belum 2 detik Zena langsung menunduk lagi karena ternyata Leo sedang menatapnya *** Dor! "Arghh." Seorang pria berjas rapi memegang perutnya yang terkena tembakan, dia berlutut dilantai menahan sakit. Ia mendongak menatap seorang gadis yang menangis didalam cekalan seorang pria kekar. "STOP!" ucap gadis itu tapi tak dihiraukan oleh pelaku penembakan itu. "Diem bocah ingusan!" Perintah orang yang membawa senjata api itu. *** Itu hanya sepenggal cuplikan diawal part ya, nanti beda lagi dibelakang Bagaimana dengan alur cerita ini? Akankah serumit itu? Konflik yang dikira sudah tidak ada, akan muncul diluar dugaan IKUTI ALURNYA!!! Selamat membaca:) #1 in misteri-Jan 22 #1 in nikahsma-Jan 22 #1 in tennfiction-Jan 22 #1 in kebahagiaan- March 22 #1 in beasiswa- April 22 #1 in kejutan- Juli 22

More details
WpActionLinkContent Guidelines