Story cover for INFINITY  by cactaword
INFINITY
  • WpView
    LECTURAS 132
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 132
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado may 24, 2022
Contenido adulto
Althea melihat jam di tangannya berulang kali, sesekali memeriksa ruangan kerja suaminya dengan gusar. Disana, Sadam nampak tenang memeriksa laporan di-tab. Matanya seakan memindai, memilah bagian mana yang perlu diperbaiki. Meski begitu, Althea masih saja menunggu dengan sabar.

Hingga dirasa dirinya bisa melihat langkah suaminya yang menjauh dari kursi kerjanya dengan tentengan 2 buku tebal ditangan kirinya, Althea melangkah cepat untuk menghentikan langkah pria itu.

"Bisa dengarkan tawaranku dulu?"

Sadam menghela nafasnya seakan sudah lelah dengan perkataannya wanitanya, "Aku tetap tidak setuju dengan perceraiannya."

Dengan putus asa, Althea menggenggam tangan Sadam, "Baiklah, aku kalah dan menyerah. Itu kan yang ingin kau dengar? Sekarang berikan persetujuan tentang perceraiannya."

"Bukan begitu, Althea. Bukan tentang yang kalah dan menang. Hubungan kita bukan kompetisi."

Sedikit menekankan katanya, "Tapi kau satu-satunya orang yang membuat hubungan kita layak disebut sebagai suatu kompetisi."

Semua berawal dari permainan gila yang membawa keduanya berada pada ikatan sakral bernama pernikahan. Althea sudah lelah dengan semuanya, terlebih dirinya tak mau jatuh lebih dalam akan pesona suaminya, Sadam Kalendra.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir INFINITY a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT de leniputri_123
29 partes Concluida Contenido adulto
SUDAH DITERBITKAN... "Aku tidak pernah menerima penolakan!"ujar evan dengan tegas, hingga membuat zahra menghentikan langkahnya yang baru saja menjauh 2 langkah dari meja evan."tinggalkan kekasihmu, atau dia yang akan meninggalkanmu untuk selamanya...alias MATI!" Zahra membalikan badannya dan menatap evan tak percaya, zahra hanya bisa diam tanpa bisa berkata apa-apa lagi. Dirinya kehabisan kata-kata. Evan tersenyum melihat reaksi terkejut zahra."kau tidak punya pilihan lain selain meninggalkannya dan menjadi milikku! Atau kau akan melihat jasad tunanganmu tanpa tangan dan kaki besok pagi..." ***** "Apa kau pikir ini semua mau ku? Semua ini terjadi juga karnammu! Kau yang memintaku menemuinya! Jadi kau harus bertanggung jawab atta!"ujar zahra marah dan tanpa sadar semua keluh kesahnya dilampiaskan kearah anatta."radit pergi meninggalkanku! Dan keluargaku telah mengusirku atta! Itu juga karnamu! Aku melakukan itu demi keselamatanmu! Apa kau tidak memikirkan itu! Hidupku hancur KARNA MU ATTA! DEMI MENYELAMATKAN KARIRMU! AKU HARUS MENGORBANKAN HIDUPKU ATTA!" Anatta terdiam terpaku mendengar semua makian zahra yang memang ada benarnya. Anatta menghapus air matanya dengan tangan kirinya lalu menatap zahra yang tengah mengatur napasnya sambil meredakan amarahnya. "Aku tahu...semua ini terjadi memang karnaku ara...hiks...lalu apa yang harus aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku?"ujar anatta sambil sesegukan. Zahra menatap anatta cukup lama."kau...kau harus menikah dengan evan..." "Apa?"pekik anatta tak percaya, apa semua luka ini belum cukup untuknya? Hingga zahra tega melakukan semua ini kepadanya.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Rintik Kesedihan Dipelukan Hujan [End] cover
Aku Adalah Lukamu cover
DUGA (TERBIT) cover
DECISION  cover
AKSARA cover
Zaleya cover
Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT cover
Serpihan Luka cover
ALLE | PERJODOHAN SMA (END)✔️ cover
Accidental' (END) cover

Rintik Kesedihan Dipelukan Hujan [End]

50 partes Concluida

Rintik hujan membasahi tanah dengan irama yang hampir menyentuh hati. Di dalam pelukan hujan,Nazeera merasakan kebingungan dan kegelisahan yang mengalir dalam alur air yang turun dari langit. Tetapi di tengah rintik hujan yang mengalir, ada keindahan tersirat dalam kesedihan yang dia rasakan. Kehangatan dari pelukan hujan tidak lagi memberinya ketenangan, melainkan menambah derasnya air mata yang mengalir di pipinya. Seperti hujan yang tak henti-hentinya mengguyur, Nazeera merasa dirinya semakin terpuruk dalam keputusasaan. Dalam pelukan hujan, Nazeera merasa hancur dan terpisah dari kedamaian sementara yang biasanya ditemukannya. Meskipun hatinya masih dilanda oleh kebingungan, tetapi kali ini dengan keputusasaan yang mendalam. Dia tahu bahwa, seperti hujan yang tak kunjung berhenti, pergulatan batinnya pun tidak akan mereda dengan waktu. Dan pada saat yang pahit, kabar bahwa Darren akhirnya menikahi Cassandra membuatnya menangis hancur, menangis di bawah guyuran hujan yang semakin memperkuat kesedihannya. "Terkadang, Perpisahan adalah bagian dari perjalanan hidup kita. Semoga langkahmu selalu dipandu oleh cahaya keberanian dan kebijaksanaan. Sampai jumpa lagi, Darren" ucap Nazeera dengan tulus