Liberosis
  • WpView
    Reads 7,046
  • WpVote
    Votes 1,496
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 3, 2026
"Kamu emang anak yang gak berguna! Saya menyesal sudah membesarkan kamu! Apa yang bisa saya banggakan? Gak ada!" "Memang gak ada! Gak ada yang bisa Papa banggain dari aku. Meskipun aku udah berjuang selama ini, itu semua gak ada artinya untuk Papa!" "Anak kurang ajar!" PLAK! Di tengah derasnya guyuran hujan, pria belasan tahun itu melangkah tertatih-tatih dengan darah yang mengucur dari pelipisnya. Wajahnya penuh lebam, sudut bibirnya robek, menyisakan rasa perih yang begitu luar biasa ketika bercampur dengan air hujan. Ia berjalan tak tentu arah di pinggir trotoar, kaos hitamnya basah mencetak dengan jelas bentuk tubuhnya yang atletis, pria itu hanya memakai celana pendek sehingga bulu-bulu di kaki jenjangnya terlihat jelas bahkan udara yang sangat dingin begitu menusuk ditambah tidak memakai alas kaki. Kepalanya menengadah ke atas langit. Membiarkan ribuan rintik hujan itu menampar wajahnya. Matanya terpejam sejenak. Dari radius dua ratus meter tempatnya berdiri, ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Sudut bibirnya terangkat. Sepertinya seru, itu pikirnya. Tanpa berpikir panjang, ia melangkah pelan turun ke jalan aspal seperti orang yang tidak berminat untuk hidup. Dari arah kanan, mobil melaju begitu kencangnya tanpa melihat ada seorang yang berdiri di tengah jalan karena ribuan air itu menutupi kaca mobil sehingga sopir tidak mampu menatap dengan jelas. Selamat tinggal, dunia yang menyakitkan. Namun lima meter lagi saat mobil hendak menyentuh tubuhnya, tiba-tiba ada yang menarik pergelangan tangan pria itu dengan begitu cepat. Napasnya berburu kencang. "LO GAK WARAS?!" Perempuan bermata biru itu ... setidaknya itu yang Alvan lihat sebelum matanya benar-benar terutup.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Another Soul (Transmigrasi) [END]
  • GILANG [END]
  • TAK BISA MELAWAN TAKDIR
  • Amor Almira
  • Another Aluna
  • BAYANGAN SANG KETUA
  • Aksara Lingga
  • REWRITTEN | END
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)

Araya Kenziana seorang gadis cantik yang bertransmigrasi kedalam tubuh orang lain hanya karena tersedak buah pisang. Tidak tahu bagaimana jadinya Araya, yang masuk kedalam sebuah novel yang sama sekali belum pernah ia baca dan ia miliki. Tetapi kenapa ia bisa masuk kedalam novel itu, dan menempati tubuh seseorang yang tidak pernah disebutkan dalam cerita? Mau tau kelanjutan ceritanya?Baca sampai akhir yaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines