Liberosis
  • WpView
    OKUNANLAR 6,991
  • WpVote
    Oylar 1,496
  • WpPart
    Bölümler 29
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Sal, Şub 3, 2026
"Kamu emang anak yang gak berguna! Saya menyesal sudah membesarkan kamu! Apa yang bisa saya banggakan? Gak ada!" "Memang gak ada! Gak ada yang bisa Papa banggain dari aku. Meskipun aku udah berjuang selama ini, itu semua gak ada artinya untuk Papa!" "Anak kurang ajar!" PLAK! Di tengah derasnya guyuran hujan, pria belasan tahun itu melangkah tertatih-tatih dengan darah yang mengucur dari pelipisnya. Wajahnya penuh lebam, sudut bibirnya robek, menyisakan rasa perih yang begitu luar biasa ketika bercampur dengan air hujan. Ia berjalan tak tentu arah di pinggir trotoar, kaos hitamnya basah mencetak dengan jelas bentuk tubuhnya yang atletis, pria itu hanya memakai celana pendek sehingga bulu-bulu di kaki jenjangnya terlihat jelas bahkan udara yang sangat dingin begitu menusuk ditambah tidak memakai alas kaki. Kepalanya menengadah ke atas langit. Membiarkan ribuan rintik hujan itu menampar wajahnya. Matanya terpejam sejenak. Dari radius dua ratus meter tempatnya berdiri, ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Sudut bibirnya terangkat. Sepertinya seru, itu pikirnya. Tanpa berpikir panjang, ia melangkah pelan turun ke jalan aspal seperti orang yang tidak berminat untuk hidup. Dari arah kanan, mobil melaju begitu kencangnya tanpa melihat ada seorang yang berdiri di tengah jalan karena ribuan air itu menutupi kaca mobil sehingga sopir tidak mampu menatap dengan jelas. Selamat tinggal, dunia yang menyakitkan. Namun lima meter lagi saat mobil hendak menyentuh tubuhnya, tiba-tiba ada yang menarik pergelangan tangan pria itu dengan begitu cepat. Napasnya berburu kencang. "LO GAK WARAS?!" Perempuan bermata biru itu ... setidaknya itu yang Alvan lihat sebelum matanya benar-benar terutup.
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • BROKEN HEART [END]
  • BALADA KEHIDUPAN
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Another Soul (Transmigrasi) [END]
  • Night Has Change~
  • Another Aluna
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • THE CLIMB [Completed]

"Rembulanku, kau akan kembali pada dekapanku.Aku pasti menemukanmu..!!" Pencarian seorang CEO terhadap wanita yg ia cintai selama bertahun tahun,kini tertuju pada seorang anak SMA culun berkacamata,cupu,dan sering di bully di sekolahnya. Pertemuannya dengan gadis itu adalah ketidaksengajaan dari sang sopir yang menabrak gadis tersebut saat pulang sekolah, dan bertanggung jawab dengan mengobati gadis itu dirumahnya. Saat gadis itu sadar dan mulai pulih,ia bergegas mengemasi barang barangnya dan ingin pergi dari rumah itu. "AAHHH....!!ini jam berapa..?ibu pasti marah kalo aku belum pulang,kaca-kacamata mana ya...!" BRUUKK..!! "Aduhh,Lula nabrak apaan ya..,gak keliatan soalnya,aduh kacamata Lula mana ya.." Sialnya, ia tak menemukan kacamatannya,dan penglihatannya menjadi buram,hingga akhirnya menabrak seorang CEO muda itu. Sekilas CEO itu memperhatikan gadis yang terjatuh di hadapannya dan menyadari sesuatu. "Hmm aku mengenali tanda itu" gumam Devan. Firasat yg kuat mengatakan ia telah menemukan kekasihnya,tapi ia sendiri tak yakin bahwa gadis tersebut adalah wanita yang ia cari saat ini. "Rey,gue minta lo awasi siswi SMA, dan cari tahu identitasnya.." "yaelah,,gimana caranya bjir,gue harus jadi mata mata gituh?" "Engga gitu juga bego,lu pura pura jadi siswa baru di SMA itu,dan lo harus jagain dia,lo harus ada di sisinya" "Hmm,menurut gue, lo ngira cewe SMA itu adalah cewek lo yg udah lama hilang?"haha gausah ngada ngada deh lo,mana mungkin anak SMA itu cewek lo,gila!" "Apakah benar gadis itu adalah wanita yg ia cari cari selama ini?"

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi