HAICHAL
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 25, 2022
"Haichal aku ingin terus bersama kamu,bercerita di bawah indah nya senja sampai menua bersama!" Ucap Wulan dengan suara lirih dan mata yang sudah berkaca kaca "Wulan,itu cita cita ku,tapi kita adalah dua insan yang saling mencintai namun terhalang tembok tinggi"Dan detik itu pun air mata terjun deras dari manik indah milik wulan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benang Senja
  • Ikat Aku di Tulang Belikatmu
  • Dia Semesta
  • Senja Dan Rindu
  • Laut dan Langit
  • Unexpected Bonds
  • Light Of Love (YIZHAN)✅
  • Ketika Kita Tak Lagi Saling Memiliki
  • DIKANESHA

Tanpa banyak bicara, dia mendekat, jaraknya hanya beberapa inci dariku. 'Kalau kamu butuh pelarian untuk melupakan sejenak, aku di sini.' ... "Menatap langit senja, cahaya matahari bergulir perlahan, lembut seperti seutas benang halus yang melintas di atas air. Kilauannya memantul sekejap, sebelum lenyap perlahan, meninggalkan jejak gulita yang sunyi." "Cinta bagaikan langit malam, Indah, kupilih satu bintang Namun redup.. Kupilih bulan sebagai gantinya." ... "Aku tidak memilihnya, bagaikan bayangan di tengah terik, menawarkan teduh yang kubutuhkan tetapi membawa dingin yang tak pernah kuinginkan. Ia adalah pelarian dari dunia yang menghimpitku, namun perlahan, aku sadar, aku sedang berlari menuju jurang yang lebih dalam." "Apakah sebuah takdir? Apakah ini sebuah kesalahan takdir? Apakah takdir menyeret kerah bajuku untuk berlutut diatas semua kekacauan ini." "Takdir itu bernama Nara" . . "Cerita ini fiktif. Kesamaan nama atau latar tempat bersifat kebetulan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines