Story cover for AMARA by Zainamustofa
AMARA
  • WpView
    Reads 741
  • WpVote
    Votes 533
  • WpPart
    Parts 45
  • WpView
    Reads 741
  • WpVote
    Votes 533
  • WpPart
    Parts 45
Ongoing, First published May 25, 2022
Mature
Semua Tangis dan Luka bayaran untuk Harapan. 

Penghinaan, Penyiksaan, dihancurkannya harapan, menjadi sebuah ujung tombak yang menembus dalam di hati Amara. 

Banyak jalan cerita menceritakan kebahagian dalam keluarga. Banyak dongen anak anak yang menggambarkan indahnya arti cinta dan kasih sayang. Tapi semua ini tak berlaku baginya. Dirinya harus berjuang menahan kewarasannya ditengah tengah kegilaan menerpanya dengan jahat. 

Bahkan tak ada seinci pun yang lepas dari tatapan menghina dari Amara sendiri tubuhnya hancur karena pemaksaan menggunakan narkoba sejak usia 12 tahun. Masa depannya hilang karena mahkota kebanggaan seorang wanita harus hilang diusia 14 tahun. Rasa sakit yang dan adegan yang tak senonoh bahkan dia rasakan sejak usia 5 tahun. 

Sosok Ayah sebagai pelindung menghancurkannya dan merusaknya. Dan untuk sosok seorang Ibu yang sepatutnya mengajarkan kasih sayang membuatnya harus benci dengan semua itu. 

"Jangan pernah salahkan aku saat ini, karakter ini kamu yang membentuknya dan karakter ini juga yang harus menghancurkan tersangkanya." Amara menatap tajam dengan pisau yang sudah menusuk setengah bagian pada perut bagian kiri seorang wanita paruh baya. 

"Tolong ma.. maafkan aku bagaimanapun juga aku masih menjadi wanita yang melahirkanmu." Kata Hera dengan tatapan penuh ketakutan. 

"Ketika kamu memberiku barang bajingan itu. Ketika itu pula kamu ku anggap musuhku." Amara menusuk lebih dalam pisau yang ada digenggamannya. 

Disini kamu bakal dibuat sedih dan penuh amarah. karena Amara yang ku ceritakan adalah perlambangan dari sebuah rasa sakit yang bergerumul karena amarah yang ditekan selama hidup.

Cerita mengandung unsur dewasa karena pengunaan bahasa kasar dan adegan dewasa. Tolong harap bijak dalam membacanya, untuk pembaca dibawah 18+ harap mengerti dengan baik hal ini.
All Rights Reserved
Sign up to add AMARA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
METAFORA WAKTU  by Ylndawlndr
13 parts Complete
'Atma ini telah menyatu dengan kala penuh lara, asmaraloka terasa semakin Aksa. Daksa pun semakin letih. Ingin menggapai Harsa yang baswara. Namun, sayangnya tetap menjadi fatamorgana yang enggan menjadi nyata.' •••• Genggaman tangannya melemah, sorot matanya berubah teduh. Ia tersenyum getir menatap wajah manis di depannya. "Aku brengsek ret," "Aku tau," Tenggorokannya tercekat, rasanya ia ingin memutar waktu kembali. Ia tak ingin di posisi seperti ini, merasa bodoh menjadi seorang laki-laki dan merasa gagal akan janjinya yang tak pernah ia tepati. "Aku sering nyakitin kamu, aku selalu bikin kamu kecewa." "Aku gak lupa," Sudut matanya berair, hatinya begitu ngilu saat merasakan sentuhan hangat tangan kecil itu menyentuh wajahnya. "Aku egois ret, kenapa masih mau bertahan sama cowok gak punya perasaan kayak aku?" Nadanya melemah. Pandangan matanya berubah sayu. Tangan gadis itu terulur menyentuh rambut hitam legamnya. "Kamu tau bi? Setiap ngeliat kamu ngelakuin itu, aku sakit. Setiap kali kamu bohongin aku, aku semakin kecewa. tapi, aku gak mau ninggalin kamu." "Kenapa?" "Aku mau kamu tau, kalo perempuan tulus dan rela bertahan karena sakit itu masih ada, Walaupun kamu berkali-kali selingkuh dari aku." "Karena aku ingin versi dewasa kita menciptakan sebuah Harsa yang baswara, bukan hanya sekedar fatamorgana yang hanya menjadi fana." _______________________. haiii sobatt wattpad!! aku kembali hadir dengan cerita terbaru!! yukk kepoin lapak ini! di jamin ceritanya gak kalah seru sama cerita ku yang sebelumnya ❤️ note: typo bertebaran!! WARNING❗❗ DILARANG MELAKUKAN PLAGIARISME! JIKA INGIN DI HARGAI MAKA HARGAILAH ORANG LAIN!!!
Kami yang Berdosa by Haneaz
55 parts Complete Mature
Arsya merupakan anak asisten rumah tangga dari keluarga Lidya. Saat Arsya berusia 11 tahun, ibunya meninggal. Lidya sudah berjanji bahwa dia akan menjaga Arsya. Namun, kedua anak Lidya-Kevin dan Clara membenci Arsya, karena menganggap Arsya merebut kasih sayang ibu mereka. Saat Arsya dewasa dan cukup matang, ia menikahi Lidya. Kedua anak Lidya-tak terima dan menentang keras keputusan sang ibu. Kakak dan adik itu semakin membenci Arsya. Keduanya selalu berusaha menyingkirkannya dari rumah. Namun, karena suatu kejadian, kebencian Clara terhadap Arsya, perlahan malah berubah menjadi cinta. ________________________ Kevin teriak, "Mama yang keterlaluan! Ma! Orang nggak tahu diri itu lebih muda dari aku, Ma! Apa Mama nggak malu? Selain karena anak pembantu, orang nggak tahu diri ini masih sangat muda, Ma! Beda jauh umurnya sama Mama. Tolong, Ma! Tolong! Sadar! Kalian itu beda jauh umurnya! Nggak pantes. Ini gila, Ma!" Lidya menahan oksigen di dalam tubuh untuk sekian detik. "Memangnya kenapa kami harus malu? Kami bukan pencuri, bukan penjahat, bukan koruptor. Apa ada larangan dalam hukum negara dan agama untuk menikah dengan orang yang berbeda jauh umurnya? "Menikah dengan seorang yang jauh berbeda umur, bukanlah hal yang memalukan, atau pun terlarang, asal keduanya sudah saling dewasa. Arsya sudah dua puluh tahun, sudah dewasa, dan pikirannya juga dewasa," jelas Lidya. Tangannya menunjuk Clara dan Kevin. "Tidak seperti kalian berdua, umur sudah dewasa, tapi tidak pernah berpikir dewasa." Kevin memutar badan, meremas kerah Arsya yang masih duduk, dan memaksanya berdiri. "Lo, dasar anak dari perempuan murahan! Makanya lo bahkan nggak tahu ayah lo itu siapa!" _________________ Cinta mulai tumbuh, ketika sudah terlarang. _________________ Original story by Haneaz. Dilarang plagiat.
You may also like
Slide 1 of 8
Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal cover
Arion (End) cover
IGNIS cover
We Never Make It cover
METAFORA WAKTU  cover
Kami yang Berdosa cover
Tenggelam Dalam Rindu  cover
Caramel Maskiato - END (KaryaKarsa) cover

Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal

45 parts Complete

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."