We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
(Y)our Story

(Y)our Story

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 21, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Historical
Alternate History
Semua orang tahu, buku-benda yang jauh dari kata berbahaya. Setidaknya secara fisik. Melissa pun tahu akan hal itu. Bahkan, ia amat menyukainya. Terlebih buku fiksi, berisi kisah tidak realistis yang terlalu ideal untuk diwujudkan dalam bentuk takdir. Idealitas yang semu. But, let's be honest. We're all just a girl whose sometime desperate for love. Hopeless romantic. That's why we love romance story. Tidak munafik, Melissa pun menyukainya. Namun, ia pun skeptis dibuatnya. Apakah kisah fiksi itu bisa menjadi nyata? Tidak, rasanya mustahil. Melissa percaya akan kemustahilan itu. Hingga ketika neneknya memberikannya sebuah buku yang berkisah tentang seorang anak laki-laki yang dicintai diam-diam oleh seorang perempuan, sang tokoh utama. Tidak ada yang istimewa sebenarnya. Namun, suatu hari, ketika Melissa terbangun, ia menyadari dirinya tidak berada di tempat yang seharusnya. *** "Apa kita saling mengenal?" "Dasar perempuan bodoh!" "Bukankah aku hanya mengikuti permainanmu, Nona," "Ini hanya kisahmu, bukan kita," *** Wallahi, Melissa tidak akan lagi meragukan Sang Penulis Takdir.
All Rights Reserved
#66
story
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • Silent Traces by the Sea
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Clause of Us
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Círculo del Destino
  • ONESHOOT 21+

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines