Story cover for Under the nails by nawxxys
Under the nails
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published May 26, 2022
Di kota kecil yang ramai dan padat penduduk, sebuah bencana yang tak terduga mulai merayap dari tempat yang paling tak terduga; Ketika sebuah salon kuku meluncurkan produk terbaru mereka dengan teknologi mutakhir. 

Namun, tidak lama setelah produk ini mulai beredar, terjadi perubahan yang mengejutkan. Produk tersebut mengandung bahan kimia rahasia yang, tanpa disadari, mengandung virus berbahaya. Virus ini dengan cepat menyebar ke seluruh kota, meracuni pikiran dan mengubah penggunanya menjadi makhluk yang tidak terkendali, agresif, dan berbahaya.

Ketika warga kota mulai menunjukkan tanda-tanda kegilaan, serangan kekerasan dan kekacauan merajalela. Kota yang dulunya damai berubah menjadi medan perang.

Dalam kekacauan ini, sekelompok orang yang tidak terkena dampak berusaha untuk menggali kebenaran di balik virus yang mematikan ini. Mereka harus memecahkan teka-teki misteri yang menyelubungi kuku palsu dan menemukan cara untuk menghentikan penyebaran sebelum kota mereka menjadi kuburan bagi semua penghuninya.
All Rights Reserved
Sign up to add Under the nails to your library and receive updates
or
#117cowok
Content Guidelines
You may also like
How to Survive by LNVerenne
45 parts Complete
Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?
The Virus Z by koyajoony
16 parts Complete
Mereka berlarian. Dengan baju yang berlumuran darah sudah terkoyak-koyak, celana robek yang tidak beraturan, kaki yang entah beralas atau tidak, mereka terus berlarian dengan teriakan yang keluar dari mulut mereka. Momen itu.. adalah momen yang paling mengerikan di daftar kehidupanku. Momen yang tidak bisa kuhapus dari memori yang terdata di dalam otakku. Anak-anak kecil menangis mencari orang tua mereka yang entah berantah dimana, para laki-laki sibuk mencari alat untuk menjadi tameng pelindung mereka, para perempuan hanya bisa berteriak ketakutan dan pasrah. Aku hanya terdiam melihat mereka yang kalang kabut tak karuan. Erangan dan desahan keluar dari mulut mereka yang berlumuran darah. Suara-suara itu mulai terdengar banyak saat aku melihat ke arah gerbang asramaku. Gerbang yang selalu melindungiku dari tangan-tangan masyarakat yang kotor, sekarang dipanjati oleh orang-orang yang terjangkiti virus. Virus yang sangat langka tapi sangat dibenci oleh para manusia di muka bumi ini. Jika kau terjangkiti oleh virus ini, kau akan menyesal seumur hidup . Keluarga, saudara, bahkan orang-orang yang menyayangimu akan menangis melihatmu berlarian dengan mulut yang berlumuran darah. Jadi, aku hanya bisa menyarankan untukmu dan orang-orang yang membaca kisahku untuk lebih berhati-hati dalam keadaan apapun. Maupun itu hanya membeli permen. Karena kita tidak tahu kandungan apa yang terdapat di dalam permen itu. Entah glukosa, gula, laktat, dan apa saja yang terkandung di dalam itu. Bahkan, virus. Bisa jadi, permen lollipop yang saat ini sedang kau jilat mengandung virus yang sangat kau benci ini. Kumohon! Bacalah kisahku ini! Agar orang-orang yang kau sayangi tidak mengalami hal yang sama dengan yang kurasakan... Kumohon....
You may also like
Slide 1 of 8
Danger (Z)one✔️ cover
Friendlove cover
No Time To Die cover
How to Survive cover
The Virus Z cover
Selamanya  cover
Bitter Sweet cover
Cerewet vs Cuek✔ cover

Danger (Z)one✔️

54 parts Complete

Ketika virus tak dikenali menyerang seluruh kota Seoul dan membuat pemerintah Korea Selatan terpaksa menutup kota tersebut. Namun siapa sangka, 4 orang masih tetap bertahan hidup di sana meskipun bahaya itu mengintai mereka. Informasi yang didapatkan oleh salah satu dari mereka, membuat mereka berencana untuk mencari vaksin yang bisa membebaskan kota Seoul dari virus mematikan itu. Dalam perjalanan, mereka bertemu banyak orang yang akhirnya menjadi teman mereka. Namun perbedaan pendapat diantara mereka membuat mereka terpecah menjadi beberapa kelompok. Apakah mereka bisa tetap bertahan? atau justru ikut terjangkit virus menyeramkan itu? Highest rank :#1 Bangtwice (26-08-20)