Under the nails

Under the nails

  • WpView
    LECTURAS 59
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, dic 26, 2024
Di kota kecil yang ramai dan padat penduduk, sebuah bencana yang tak terduga mulai merayap dari tempat yang paling tak terduga; Ketika sebuah salon kuku meluncurkan produk terbaru mereka dengan teknologi mutakhir. Namun, tidak lama setelah produk ini mulai beredar, terjadi perubahan yang mengejutkan. Produk tersebut mengandung bahan kimia rahasia yang, tanpa disadari, mengandung virus berbahaya. Virus ini dengan cepat menyebar ke seluruh kota, meracuni pikiran dan mengubah penggunanya menjadi makhluk yang tidak terkendali, agresif, dan berbahaya. Ketika warga kota mulai menunjukkan tanda-tanda kegilaan, serangan kekerasan dan kekacauan merajalela. Kota yang dulunya damai berubah menjadi medan perang. Dalam kekacauan ini, sekelompok orang yang tidak terkena dampak berusaha untuk menggali kebenaran di balik virus yang mematikan ini. Mereka harus memecahkan teka-teki misteri yang menyelubungi kuku palsu dan menemukan cara untuk menghentikan penyebaran sebelum kota mereka menjadi kuburan bagi semua penghuninya.
Todos los derechos reservados
#283
dream
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Virus Z
  • EN-ZOMBIE | ENHYPEN
  • Age of Undead 89 [2015]
  • Horibble Woman (END)
  • Bitter Sweet
  • Sereia's Harem [End]
  • Selamanya
  • Cerewet vs Cuek✔

Mereka berlarian. Dengan baju yang berlumuran darah sudah terkoyak-koyak, celana robek yang tidak beraturan, kaki yang entah beralas atau tidak, mereka terus berlarian dengan teriakan yang keluar dari mulut mereka. Momen itu.. adalah momen yang paling mengerikan di daftar kehidupanku. Momen yang tidak bisa kuhapus dari memori yang terdata di dalam otakku. Anak-anak kecil menangis mencari orang tua mereka yang entah berantah dimana, para laki-laki sibuk mencari alat untuk menjadi tameng pelindung mereka, para perempuan hanya bisa berteriak ketakutan dan pasrah. Aku hanya terdiam melihat mereka yang kalang kabut tak karuan. Erangan dan desahan keluar dari mulut mereka yang berlumuran darah. Suara-suara itu mulai terdengar banyak saat aku melihat ke arah gerbang asramaku. Gerbang yang selalu melindungiku dari tangan-tangan masyarakat yang kotor, sekarang dipanjati oleh orang-orang yang terjangkiti virus. Virus yang sangat langka tapi sangat dibenci oleh para manusia di muka bumi ini. Jika kau terjangkiti oleh virus ini, kau akan menyesal seumur hidup . Keluarga, saudara, bahkan orang-orang yang menyayangimu akan menangis melihatmu berlarian dengan mulut yang berlumuran darah. Jadi, aku hanya bisa menyarankan untukmu dan orang-orang yang membaca kisahku untuk lebih berhati-hati dalam keadaan apapun. Maupun itu hanya membeli permen. Karena kita tidak tahu kandungan apa yang terdapat di dalam permen itu. Entah glukosa, gula, laktat, dan apa saja yang terkandung di dalam itu. Bahkan, virus. Bisa jadi, permen lollipop yang saat ini sedang kau jilat mengandung virus yang sangat kau benci ini. Kumohon! Bacalah kisahku ini! Agar orang-orang yang kau sayangi tidak mengalami hal yang sama dengan yang kurasakan... Kumohon....

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido