Salah Sasaran

Salah Sasaran

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, May 26, 2022
"aku, nggak bisa menerima perjodohan ini." dengan lantang laki-laki berkisaran berumur 25 Tahun tersebut dengan jelas juga dia menggandeng tangan seorang perempuan bukan lain adalah adik tiri dari wanita yang akan di jodohkannya. "karena Hera hamil anak aku, kami saling mencintai." wanita yang bernama Hera itu hanya menundukan kepalanya tapi dengan tatapan licik kepada wanita berkerudung navy tersebut. akan tetapi di sambut dengan tatapan yang remeh. "kamu, saya nggak habis pikir. wanita macam apa kamu." laku-laki yang terlihat sudah sepuh itu naik pitam dengan sang anak tirinya dan melihat sang istri tatapan yang benci. "mas, udah ya. biar mereka saja yang tunangan dan nikah kasihan Hera." ya bukan lain ibu tiri dari wanita berkerudung navy yang belum kita ketahui namanya. "apa kalian yakin bahwa yang dikandung oleh Hera anak dari Galang Pratama Wijaya?" sekarang wanita berkerudung navy membuka suara karena dirinya tahu siapa ayah yang dikandung tapi dia masih menutupinya demi kesehatan sang ayah.
All Rights Reserved
#1
salahsasaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • ARGAN
  • AFTER WEDDING - TERBIT
  • The Crazy Wedding
  • Istri yang tak di inginkan
  • MENCINTAIMU? (English-Indonesia)
  • Regards, Natashira (END)
  • My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

More details
WpActionLinkContent Guidelines